Bea Cukai Jabar Gerebek Pabrik Miras Oplosan Bercukai Palsu

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 19 Feb 2018 23:19 WIB
minuman beralkohol
Bea Cukai Jabar Gerebek Pabrik Miras Oplosan Bercukai Palsu
Ditjen Bea Cukai (DJBC) Kanwil Jawa Barat mengungkap pabrik pengoplos miras dan cukai palsu yang menyebabkan negara rugi ratusan juga hingga miliaran rupiah. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Bandung: Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat menyita 3.752 botol minuman alkohol oplosan berpita cukai bekas dari seorang tersangka di Jalan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Minuman oplosan ini mengandung metanol yang berbahaya bagi tubuh.

Tersangka berinisial TR, 43, merupakan pemilik rumah dan memproduksi minuman alkohol oplosan tersebut.

"Tersangka melakukan aksinya tidak sendiri, melainkan dibantu oleh tiga orang lainnya yang masih buron," ungkap Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat Saipullah Nasution di Kantor DJP Bea Cukai Jabar, Senin, 19 Februari 2018.

Selain ribuan minuman oplosan, Bea Cukai mengamankan barang bukti lain berupa 2.085 keping pita cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) diduga bekas pakai, satu mobil, alat produksi atau oplis MMEA, serta bahan baku.

Dari hasil interogasi yang dilakukan pihaknya kepada tersangka puluhan minuman keras itu dibuat dengan mengoplos minuman keras lain dan bahan baku lain menjadi satu dalam botol kemasan. "Jadi miras itu dicampur dengan air, ginseng, gula putih merah, karamel, dan alkohol dan metanol," bebernya.

Selanjutnya, setelah dikemas minuman tersebut langsung diberi pita cukai bekas pakai.

TR terjerat Undang-Undang Cukai Pasal 50, 54 dan 55 Tahun 2007 dengan hukuman pidana maksimal delapan tahun. "Dendanya bisa 10-20 kali lipat dari utang yang timbul, kerugian negara dari  nilai barang cuma Rp192 juta tapi potensi kerugian negara Rp475 juta," paparnya.

Namun, kerugian negara ditaksir bisa mencapai Rp1,9 miliar karena TR dan rekannya sudah beroperasi sejak Oktober 2017. Tersangka TR yang hadir dalam pemusnahan terlihat hanya menunduk di tengah dua petugas Bea Cukai bersenjata lengkap.


 


(SUR)