Rencana Full Day School Diminta tak Ganggu Pendidikan Pesantren

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 16 Jun 2017 16:31 WIB
pendidikan
Rencana Full Day School Diminta tak Ganggu Pendidikan Pesantren
Presiden Jokowi saat berkunjung ke Ponpes Buntet Cirebon, Ant - Oky Lukmansyah

Metrotvnews.com, Cirebon: Sejumlah sekolah swasta di Cirebon, Jawa Barat, mempertanyakan rencana penerapan sekolah lima hari atau full day school. Pasalnya, banyak sekolah di Cirebon yang juga memberlakukan sistem pendidikan pesantren.

Yayasan Basuraga di Desa Balerante, misalnya. Sekolah yang bernaung dalam yayasan tersebut menerapkan sistem pendidikan pesantren. Bila pemerintah menerapkan full day school, pengelola yayasan khawatir akan mengganggu sistem tersebut.

"Di yayasan kami, pakai sistem pesantren. Ada sekolah diniyahnya. Maka kami harus memerhatikan itu sebelum pelaksanaan full day school," kata Ketua Yayasan Basuraga, Amir Fawaz, di Cirebon, Jumat 16 Juni 2017.

Amir mengaku belum mengetahui mekanisme full day school. Ia khawatir mekanisme itu malah mengganggu pendidikan agama di yayasan.

"Makanya kebijakan itu tak bisa diterapkan secara umum. Karena ada beberapa lembaga pendidikan memiliki karakter dan mekanisme yang berbeda," lanjut Amir.

Kepala SMK As-Sighor Ahmad Faiz mengatakan sekolahnya sudah menerapkan sistem full day school. Namun, pengajarannya digabung antara akademik dengan pendidikan agama.

"Kami sudah menerapkannya. Kami menggabungkan pendidikan umum dengan pesantren. Jadi sama saja seperti full day school," ungkap Faiz.

Faiz mengaku tak masalah dengan penerapan full day school. Yang penting penerapan tersebut tak mengganggu kegiatan pesantren.

"Karena di Pesantren itu banyak kegiatan lainnya," lanjut Faiz.

Permintaan serupa pun disampaikan Bupati Indramayu Anna Sophanah. Bupati meminta pemerintah mengkaji ulang rencana penerapan Ful Day School (FDS) dengan sistem sekolah lima hari.

Anna menuturkan, pendidikan di Indramayu sudah lama menerapkan full day school dengan mengkombinasikan sekolah reguler dan madrasah. Sehingga ia merasa sangsi, rencana ful day school yang direncanakan tersebut, bisa diterapkan di Indramayu.

" Apakah full day school ini bisa diterapkan di Indramayu ?" ujar Anna di Indramayu, Kamis 15 Juni 2017.

Menurutnya, madrasah di Indramayu sudah berkembang dengan pesat, seiring diberlakukannya sejumlah kebijakan dibidang pendidikan. Karena Indramayu, sudah melaksanakan program pagi sekolah reguler dan siang sekolah madrasah.

"Bahkan sudah ada forum madrasahnya juga," kata Anna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Ali Hasan mengatakan, sekolah lima hari dengan full day school membutuhkan kesadaran orang tua. Selain itu juga dibutuhkan kesadaran pendidik dengan kebijakan baru tersebut agar bisa mengerti maksud dan tujuannya.

" Sehingga kebijakan yang dimunculkan jangan sampai tidak populis," kata Ali.


(RRN)