Densus 88 Ambil Alih Kasus Bom Panci Buahbatu

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 09 Jul 2017 11:58 WIB
ledakan bom
Densus 88 Ambil Alih Kasus Bom Panci Buahbatu
Polisi menjaga rumah kontrakan tempat terjadi ledakan di Kubang Beureum kelurahan Sekejati Buahbatu Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7). (Antara/Agus Bebeng)

Metrotvnews.com, Bandung: Garis polisi masih melintang di rumah kontrakan di Kampung Kubang Bereum, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. Petugas dari Inafis Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi meledaknya bom panci di rumah itu.

Tim tiba di lokasi sejak pukul 09.00 WIB, Minggu, 9 Juli 2017. Polisi masih mencari barang bukti lain untuk proses penyidikan dan penyelidikan. Polisi juga menyisir sekitar rumah, yang berada di RT 7 RW 11 Kelurahan Sekejati itu, untuk mencari kemungkinan adanya bom lain.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menuturkan, mengatakan setelah dilakukan penyisiran oleh unit Jibom dan Inafis, tidak ditemukan bom maupun bahan - bahan berbahaya di kontrakan tempat meledaknya bom panci tersebut.

"Bahan-bahan berbahaya tidak ada, namun benda-benda seperti paku, baut ada dan sudah kita amankan," ungkap Hendro di lokasi kejadian.

Sementara pelaku, kata Hendro sudah dibawa ke Polda Jabar, semalam, sekitar pukul 22.00 WIB oleh Densus 88. Penanganan kasus ini diambil alih oleh Densus 88 Mabes Polri. Penghuni kontrakan, AW, tengah menjalani pemeriksaan intensif.

AW, merupakan pemilik sekaligus perakit bom panci itu. Pedagang baso goreng itu belajar membuat bom secara otodidak dari internet.

Rencananya, bom panci bakal diledakkan di Kafe Bali di Jalan Braga; Rumah Makan Celengan di Astana Anyar; dan rumah ibadah di Buah Batu. Khusus di Kafe Bali, bom panci rencananya diledakan pada Jumat 16 Juli 2017. Namun, bom keburu meledak di kamar kontrakan AW.




(SAN)