Longsor di Cipatat Meluas

Depi Gunawan    •    Kamis, 24 Nov 2016 20:05 WIB
longsor
Longsor di Cipatat Meluas
Salah satu longsor yang terjadi di Bandung Barat. Foto: Antara/Novrian Arbi

Metrotvnews.com, Bandung Barat: Bencana longsor dan pergerakan tanah di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, semakin meluas. Penduduk yang terdampak bencana telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Pergerakan tanah terjadi di Kampung Cikatomas Desa Citatah, Kecamatan Cipatat. Kejadiannya hampir setiap hari, meskipun intensitasnya kecil. Longsor di Kampung Tonjong, Desa Nyalindung, lebih parah. Hingga kini, longsor telah menyebabkan sejumlah rumah rusak dan rawan ambruk.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Dicky Maulana, menyatakan kejadian longsor dan pergerakan tanah di Cipatat terus terjadi setiap harinya dan mengancam keselamatan warga.

"Korban pergerakan tanah di kampung Cikatomas sudah mengungsi di GOR desa setempat dan rumah kerabatnya. Mereka sudah aman tinggal sementara di sana," kata Dicky, Kamis (24/11/2016).

Bencana di Kecamatan Cipatat sudah diteliti Badan Geologi. Hasilnya, kata dia, mungkin akan keluar dalam beberapa hari ke depan. Namun, secara kasat mata, dugaan sementara lonsor disebabkan saluran air yang terus menggerus tanah.

BPBD Bandung Barat Phanya akan menunggu rekomendasi dari Badan Geologi apakah tempat tinggal warga masih layak untuk dihuni lagi.

Kalaupun harus direlokasi, pemerintah mengaku siap memfasilitasinya. "Lokasi pengungsian sifatnya situasional. Pengungsi bisa pulang ke rumahnya kalau dirasa aman. Tapi, bila ada hal yang mencurigakan, sebaiknya mengungsi ke tenda, terutama kalau hujan atau sudah malam hari," kata Dicky.

Pengungsi longsor di Kampung Tonjong yang sudah menempati tenda BPBD sekitar 50 jiwa dengan jumlah rumah yang terdampak 34 unit. Jumlah tersebut masih bisa bertambah mengingat potensi longsor masih bisa terjadi.

Ia meminta warga agar lebih waspada. "Kejadian di Cipatat di luar dugaan kami karena ternyata banyak terdapat titik-titik longsor. Sebetulnya, kita sudah memetakan zona merah, tapi ternyata masih banyak yang rawan longsor," kata dia.


(UWA)