19 Bangunan Penyebab Banjir Bandung akan Dibongkar

Roni Kurniawan    •    Kamis, 27 Oct 2016 18:52 WIB
banjir pasteur bandung
19 Bangunan Penyebab Banjir Bandung akan Dibongkar
Kawasan Pasteur, Bandung, Jabar, saat dilanda banjir, Senin (24/10/2016). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat berencana menghancurkan sejumlah bangunan yang dinilai menghambat aliran air. Pekan depan, ada 19 bangunan yang bakal ditertibkan.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) merinci, bangunan tersebut terdiri dari 15 rumah tinggal, dua perkantoran dan dua hotel. Properti tersebut teridentifikasi menghambat akses air.

Emil yakin, bangunan-bangunan tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir pada Senin 24 Oktober 2016.

Baca: Hujan Sejam, Banjir Semeter Rendam Kawasan Pasteur Bandung

"Propertinya menghalangi jalan air, sehingga air melompat ke jalan dan akhirnya tidak terkendali. Itu nanti pemkot yang akan langsung membongkarnya" kata Emil di Kantor Puslitbang Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (27/10/2016).

Emil mengaku, pihaknya telah memberitahukan para pemilik bangunan. Emil menargetkan paling lambat awal pekan depan belasan bangunan sudah dibongkar.

"Selambat-lambatnya Senin (31/10) atau Selasa (1/11) kita lakukan," urainya.



Namun, Emil masih merahasiakan lokasi belasan bangunan yang hendak dibongkar tersebut.

Baca: Banjir Surut, Pasteur Bisa Dilintasi meski Padat

Banjir pada Senin (24/10/2016) paling parah melanda kawasan Jalan Dr Djunjunan (Pasteur) dan Pagarsih. Warga menyebut jalanan itu berubah layaknya aliran sungai.

Pengamatan Metrotvnews.com, banyak gedung hotel, perkantoran berdiri di daerah Pasteur. Di kawasan Pagarsih, tak sedikit bangunan berdiri terutama di dekat bantaran aliran Sungai Citepus.

Emil mengaku, pihaknya tetap akan bertanggung jawab atas terjadinya banjir awal pekan kemarin. Terlebih dalam bencana tersebut mengakibatkan satu mobil terseret arus air hingga satu kilometer.

"Menurut BMKG, debit air dua kali lipat ditambah jebol tanggul yang menyebabkan banjir. Tapi saya bertanggung jawab enggak ada masalah sedang kita perbaiki," pungkasnya.


(SAN)