Polisi Kembali Tangkap 6 Pengeroyok Haringga

P Aditya Prakasa    •    Selasa, 02 Oct 2018 16:01 WIB
liga 1 indonesiaAnarkisme Suporter
Polisi Kembali Tangkap 6 Pengeroyok Haringga
Anggota Satreskrim Polrestabes Bandung kembali menangkap enam orang yang diduga mengeroyok Haringga Sirla, suporter Persija, Selasa, 2 Oktober 2018. Medcom.id/ P AAditya Prakasa.

Bandung: Anggota Satreskrim Polrestabes Bandung kembali menangkap enam orang yang diduga mengeroyok Haringga Sirla, suporter Persija. Haringga tewas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sesaat sebelum laga antara Persib melawan Persija.

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan saat ini keenamnya sudah ditahan petugas di Mapolrestabes Bandung. Keenam orang tersebut juga masih menjalani pemeriksaan intensif.

"Dari hasil pengembangan dapat ditangkap enam orang pelaku oleh tim Reskrim Polrestabes Bandung," kata Irman di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Selasa, 2 September 2018.

Sebelumnya, polisi telah menangkap delapan terduga pelaku terkait kasus tersebut. Dengan ditangkapnya enam terduga ini, jumlah terduga pelaku menjadi 14 orang.

Irman kembali mengatakan keenam pelaku yang baru ditangkap yaitu, Aldiansyah, 21, Syahfrudin, 17, Tegar Dermawan, 17, Ade Firda, 16, Kaka, 16, dan Arjun Adi Permadi, 15.

Menurut Irman, penangkapan dipimpin oleh Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana. Penangkapan juga dilakukan di beberapa wilayah hingga luar Kota Bandung.

"Mereka tadi malam ditangkap. Ada yang di Indramayu, Sumedang, dan Rancaekek. Sekarang dibawa Polrestabes Bandung untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut," jelas Irman.

Mengenai peran, kata Irman, para pelaku diduga telah melakukan pemukulan terhadap korban. "Dari enam orang ini rata-rata melakukan pemukulan dan penendangan terhadap korban, juga ada yang menginjak ada juga yang menyeret korban. Nah, ini akan kita kembangkan proses penyidikannya lebih lanjut," beber Irman.

Irman mengatakan lima dari enam terduga pelaku masih di bawah umur. Terkait hal tersebut, polisi akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk penanganan para pelaku yang masih di bawah umur.

"Yang di bawah umur nanti kita titipkan ke bapas (balai pemasyarakatan), proses pemeriksaan di bawah umur tentu lebih cepat dibanding dewasa, 15 hari percepat sesuai waktu ditentukan. Yang pelajar SMA ada empat orang," tegas Irman.

Menurut Irman, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun hukuman penjara. Sementara itu Irman tidak membantah kemungkinan adanya penambahan jumlah pelaku.

"Dikenakan Pasal 170 ayat 1, 2 , dan, 3e KUHP ancaman hukuman maksimal 12 tahun. Kami masih melakukan pemeriksaan intensif. Tidak menutup kemungkinan dari hasil pemeriksaan ini akan ditemukan pentunjuk baru terkait siapa para pelaku," kata Irman.


(DEN)