Sejak 10 Tahun Lalu, Depok Olah Sampah Jadi Pupuk

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 25 May 2018 17:19 WIB
lingkungan
Sejak 10 Tahun Lalu, Depok Olah Sampah Jadi Pupuk
Seorang pekerja mengolah sampah di sebuah UPS di Depok, Jumat 25 Mei 2018, Medcom.id - Octa

Depok: Sampah organik kerap menjadi masalah lingkungan. Tapi di Depok, Jawa Barat, sejak 10 tahun lalu, sampah disulap menjadi pupuk organik.

Bima, 23, warga Kecamatan Cimanggis menuturkan dirinya biasa menukarkan sampah rumah tangga dengan pupuk organik yang telah diproses di Unit Pengolahan Sampah (UPS).

"Saya tukarkan sampah dengan pupuk, tapi sampahnya harus yang organik," Jumat, 25 Mei 2018.

Bima menuturkan, dirinya sering melakukan kegiatan tersebut. Ia membawa sampah sisa makanan dan dedaunan ke UPS.

"Ya lumayan, pupuknya bisa untuk tanaman," jelasnya.

Ada dua UPS di wilayah Kecamatan Cimanggis Depok. Setelah menerima sampah dari warga, petugas UPS akan mencacah sampah. Kemudian petugas mengaduk sampah lalu menimbunnya. Tujuannya membuat pupuk.

"Butuh waktu kurang lebih 12 pekan untuk menghasilkan pupuk dari timbunan sampah itu," kata Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyay.

Menurutnya, Penukaran pupuk dengan sampah organik milik warga hanyalah sebuah bonus saja. Adapun target utamanya adalah pemilahan sampah rumah tangga.

"Pemilahan sampah rumah tangga oleh warga ini sangat penting, supaya tidak semua sampah diangkut buang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) jadi tidak terlalu penuh disitu," tegasnya.

Sehingga, lanjut Iyay program tersebut dinilainya cukup bagus ada sekitar kurang lebih 4000 RW yang tersebar di seluruh kecamatan Depok mengikuti.

"Kita juga terus melakukan sosialisasi pemilihan (sampah) di rumah tangga, harus diingat yang bisa ditukar adalah sampah organik saja selain itu tidak bisa. Jadi Mereka melakukan pemilahan dan dikumpulkan di titik poin lalu kita jemput. Intinya ini untuk sehat lingkungan," tandasnya.

Selain itu, pupuk organik juga diminati komunitas berkebun. Penukaran pupuk organik juga dinilainya sangat membantu terutama bagi komunitas berkebun. Khusus untuk komunitas ini, pihaknya memberikan pupuk secara cuma-cuma.

"Kalau buat komunitas yang berkebun kita kasih gratis, kita juga kerja sama dengan pengelola pasar, seperti Pasar Agung itu sampah organiknya dikirim ke UPS untuk diolah," terangnya.

DLHK Depok memiliki 30 UPS yang tersebar di sembilan kecamatan yaitu:
1. 2 unit di Kecamatan  Beji
2. 10 unit di Kecamatan Cipayung
3. 3 unit di Kecamatan Sawangan
4. 7 unit di Kecamatan Bojongsari
5. 2 unit di Kecamatan Sukmajaya 2
6. 1 unit di Kecamatan Cinere
7. 1 unit di Kecamatan Limo
8. 2 unit di Kecamatan Cimanggis
9. 3 unit di Kecamatan Tapos


(RRN)