Bocah Korban Pencabulan Guru di Depok Didampingi Psikolog

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 07 Jun 2018 12:47 WIB
pelecehan seksualkekerasan seksual anak
Bocah Korban Pencabulan Guru di Depok Didampingi Psikolog
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto. (Foto: Octavianus)

Depok: Bocah di bawah umur yang diduga menjadi korban pencabulan oknum guru kini telah mendapatkan pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Psikolog. Pendampingan dilakukan untuk membongkar kasus dugaan pencabulan tersebut. 

"Saat pemeriksaan, korban didampingi oleh keluarga dan berkoordinasi dengan P2TP2A dan psikolog," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto di Mapolresta Kota Depok, Jalan Margonda, Depok, Jawa BArat, Kamis 7 Juni 2018.

Didik juga telah berkoordinaasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengatasi trauma yang dialami korban. 

"Korban masih di bawah umur maka kita lakukan penanganan terhadap mereka sehingga tidak traumatik pasca peristiwa tersebut," ucapnya.

Didik menuturkan hingga kini empat korban telah melapor dan menjalani pemeriksaan. Tim Perlindungan Perempuan dan Anak Unit Satuan Reserse Kriminal Kota Depok pun masih berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui adanya korban lainnya.

"Tim terus mendalami apakah ada korban lain, kami juga koordinasi dengan pihak sekolah untuk mendalami oknum guru ini mudah-mudahan bisa kita amankan," bebernya.

Dikdik menegaskan soal perlakuan dugaan cabul yang dialami masing-masing bocah masih didalami. Karena pemeriksaan masih berlanjut dan sejumlah keterangan masih dilengkapi. 

"Ini kita dalami ada yang di sekolah, yang di luar (lingkungan sekolah) ini masih kita dalami dari keterangan saksi. Tentunya kita butuhkan keterangan terlapor lainnya sehingga nantinya ada persesuaian antara bukti dan saksi," tandasnya.


(LDS)