Penjual Miras Oplosan Terancam Dijerat Pasal Pembunuhan

Antonio    •    Jumat, 13 Apr 2018 14:15 WIB
razia mirasmiras oplosan
Penjual Miras Oplosan Terancam Dijerat Pasal Pembunuhan
Ilustrasi minuman keras ilegal. Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Bekasi: Kepolisian sedang mengkaji kemungkinan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dikenakan ke penjual minuman keras oplosan di Kota Bekasi. Sebab, bisnis mereka telah merenggut nyawa manusia.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari minuman keras dan korban. Hal ini untuk memastikan tewasnya 7 orang anak muda itu disebabkan miras oplosan yang dijual pelaku.

"Dia tetap lakukan itu berarti sudah sengaja melakukan pembunuhan. Itu namanya dolus eventualis, jadi kemampuan dapat membayangkan itu masuk di niat," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan, di Bekasi, Jumat, 13 April 2018.

(Baca: Korban Miras Oplosan di Bekasi Bertambah)

Jika hasil visum menunjukkan mereka tewas akibat miras oplosan, maka pelaku akan dijerat pasal pembunuhan. Selain untuk membuat pelaku jera, polisi ingin mengirimkan pesan tegas ke pelaku lain.

"Jangan macam-macam, ini kalau mati bisa kena pembunuhan dia," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan 7 orang di Bekasi Selatan dan Pondokgede, Kota Bekasi tewas. Korban diduga mengkonsumsi miras oplosan.

Peracik  dan satu oran penjual miras oplosan ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara. Selain itu dikenakan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 109 dengan hukuman pidana maksimum 15 tahun.

Tersangka yang dijerat Pasal 338 KUHP terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(Baca: Pemilik Pabrik Miras Oplosan Diburu)

 


(SUR)