Keluarga Korban Asal Bandung Cari Kepastian ke Jakarta

Roni Kurniawan    •    Senin, 29 Oct 2018 15:34 WIB
Lion Air Jatuh
Keluarga Korban Asal Bandung Cari Kepastian ke Jakarta
Dicky Jatnika (kanan) pria kelahiran Bandung, 11 April.1980, korban pesawat jatuh Lion Air JT-610 rute Jakarta Pangkal Pinang pada Senin 29 Oktober 2018. Medcom.id/ Roni Kurniawan.

Bandung: Sebuah rumah di kawasan Binong Kidul 59/127c, Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat terlihat sepi pada Senin siang, 29 Oktober 2018. Rumah tersebut merupakan keluarga Dicky Jatnika salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Seluruh penghuni rumah tersebut telah pergi ke Jakarta untuk mencari informasi terkait kondisi Dicky yang menjadi penumpang Lion Air.

Menurut Ibu Mamah, 57, keluarga Dicky telah berangkat ke Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB usai mendapat telepon dari istri Dicky di Jakarta.

"Tadi yang pergi orangtuanya, terus kakak sama adiknya juga ikut semua. Sekitar jam delapan pagi, terlihat panik gitu langsung pamitan," kata Mamah selaku tante korban saat ditemui di kediaman rumah keluarga korban.

Mamah menuturkan, keluarga pertama kali dihubungi oleh Septi yang merupakan istri korban berada di Jakarta. Dicky pun merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

"Istrinya yang ngasih tahu dari pagi di telepon dari Jakarta, karena dia (Dicky) tinggal di Jakarta semenjak menikah," pungkas Mamah.

Sebelumnya pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Manager Humas Airnav Yohanes Sirait mengatakan, pesawat  hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB.

Sementara itu Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan pesawat Lion Air JT610 jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat. Tim menemukan berbagai benda dari pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu di permukaan air.

"Sampai lokasi menemukan ada puing-puing pesawat, pelampung, dan handphone. Lokasi hanya hanya berjarak 2 atau 3 mil dari koordinat yang diberi air traffic control (ATC)," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi.


(DEN)