Nico Siahaan Bantah Terlibat Kasus Mantan Bupati Cirebon

Roni Kurniawan    •    Jumat, 30 Nov 2018 19:31 WIB
kasus suap
Nico Siahaan Bantah Terlibat Kasus Mantan Bupati Cirebon
Nico Siahaan, Medcom.id - Roni Kurniawan

Bandung: Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Nico Siahaan membantah terlibat dalam kasus suap yang menjerat mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nico telah dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut pada 29 November 2018 kemarin.

Menurut Nico, pemanggilannya sebagai saksi hanya sebatas menjelaskan aliran dana dari mantan Bupati Cirebon ke panitia Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan pada Oktober silam. Pasalnya Nico saat itu merupakan ketua panitia acara yang diselenggarakan PDI Perjuangan di Jakarta Expo pada 27-28 Oktober yang mendapat sumbangan dari para kader salah satunya Sunjaya.

"Pertama dipanggil (oleh KPK) pemilik rekening yang menerima uang sumbangan itu. Setelah itu saya dipanggil karena saya sebagai ketua panitia dalam acara waktu itu," ujar Nico kepada awak media di Bandung, Jumat 30 November 2018.

Nico menjelaskan, mantan Bupati Cirebon itu telah memberikan sumbangan sebesar Rp250 juta untuk kegiatan partai di Jakarta. Sumbangan tersebut, lanjut Nico, secara sukarelawan dengan catatan tidak ditentukan besaran nominal yang akan diberikan oleg para kader.

"Sumbangan itu bersifat support, dukungan sesama kader dan jaringan yang terbangun. Itu azas gotong royong di PDI Perjuangan," sambungnya.

Mantan presenter ini pun mengaku awalnya tidak mengetahui jika Sanjaya sudah transfer uang sebesar Rp250 juta. Pasalnya uang tersebut disimpan di bendahara kepanitian yang juga telah dimintai keterangan sebagai saksi oleh KPK.

"Saya kenal dengan Pak Bupati (Sanjaya) waktu itu hanya sebagai kader PDIP. Karena telpon-telpon saja enggak pernah, ketemu juga hanya di acara partai. Jadi saya tidak dan tidak memerintahkan untuk meminta sumbangan serta mematok nominalnya," beber Nico.

Guna melancarkan acara tersebut pun diakui Nico terkumpul dana sebesar Rp1 miliar yang merupakan sumbangan dari para kader. Namun uang dari Sanjaya yang diterima pada 22 Oktober tidak digunakan setelah mengetahui terjaring oleh lembaga antirasuah tersebut.

"Tanggal 22 (Oktober) kita terima uang tapi baru diambilnya tanggal 23 siang. Nah malemnya ada kabar beliau ditangkep, besoknya kepanitiaan langsung rapat untuk membahas uang itu," ungkao Nico.

Namun kini uang sebesar Rp250 juta tersebut telah diserahkan langsung oleh Nico ke KPK saat dimintai keterangan sebagai saksi Kamis kemarin. "Uang itu kita sudah serahkan ke KPK kemarin," cetusnya.

Sementara itu Nico mengaku telah dimintai keterangan oleh KPK selama lima jam dan dicecar belasan pertanyaan termasuk sumber-sumber dana untuk kegiatan partai di Hari Sumpah Pemuda. Pemanggilan tersebut dilakukan KPK guna menggali aliran dana hasil dari jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon oleh Sanjaya.

"Pertanyaannya ada belasan, itu sekitar lima jam di KPK," pungkas Nico.



(RRN)