Permenhub Belum Berlaku, Driver Ojek Online Mengaku Pendapatan sudah Turun

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 06 Nov 2017 20:41 WIB
ojek online
Permenhub Belum Berlaku, Driver Ojek Online Mengaku Pendapatan sudah Turun
Suasana di depan Kantor Gojek di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Senin 6 November 2017, MTVN - Octavianus

Metrotvnews.com, Bandung: Permenhub Nomor 108 tahun 2017 yang mengatur penyelenggaraan angkutan orang tanpa trayek, hingga kini masih dalam tahap pengkajian Dinas Perhubungan Jawa Barat. Namun pengemudi transportasi online mengaku merasa dirugikan karena pendapatan mereka akan terus menurun.

Dino, 24, driver Gojek, mengaku persaingan kian ketat. Makin banyak driver taksi atau ojek online di Bandung.

"Tiap hari, perusahaan masih terus menerima driver. Jadi ya saingannya sekarang banyak," ucap Dino ditemui di depan Kantor Gojeg, Jalan Ibrahim Adjie 372 A Kota Bandung, Senin 6 November 2017.

Dino menuturkan, penghasilan mengalami pengurangan cukup drastis. Biasanya, dalam sehari, ia mampu meraup Rp200 ribu. Namun belakangan, pendapatannya hanya Rp70 ribu per hari.

"Bonus juga tambah kecil, biasa 10 trip keluar bonus, sekarang harus 14 trip baru muncul bonus. Selain itu juga, kita riskan komentar dari konsumen kalau mereka komen atau laporan ke kantor tentu saja performa kita jadi turun," bebernya.

Selain itu, Dino dan rekan - rekannya  juga masih menunggu bagaimana nasib selanjutnya setelah aturan mengenai angkutan online tersebut dibakukan. Pasalnya banyak yang memilih bekerja tetap menjadi driver angkutan online.

"Yang pasti saya dan lainnya juga khawatir, jangan sampailah ada pemutusan hubungan kerja karena banyak yang menggantungkan nasib di sini," tandasnya.

Sementara itu, Andi Darmansyah, 22, driver Gojek, menyarankan kenaikan tarif sekitar kurang lebih lima persen. Hal tersebut cukup mempengaruhi konsumen untuk menggunakan jasa angkutan online.

"Nantinya, harus ada kebijakan dari manajemen angkutan online baik Grab maupun Gojeknya Uber untuk menanggapi masalah aturan online ini," pungkasnya.


(RRN)