Bandara Kertajati Memungkinkan Layani Haji 2018

Ahmad Rofahan    •    Minggu, 07 Jan 2018 12:43 WIB
bandara
Bandara Kertajati Memungkinkan Layani Haji 2018
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka -- medcom.id/Ahmad Rofahan

Majalengka: Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka sangat memungkinkan melayani penerbangan jamaah calon haji pada Juni 2018. Secara keseluruhan, pembangunan bandara sudah memasuki tahap akhir.

"Saya inspeksi ke runway yang sudah selesai sepenuhnya, seperti lampu dan segala macamnya, dengan panjang 2.500 x 60 meter. Lalu ada taxi way dan apron yang juga sudah selesai," kata Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bintang Hidayat di sela-sela kunjungan ke Bandara Kertajati, Sabtu, 6 Januari 2018.

Menurut Bintang, bandara seluas 1.800 hektare itu perlu memperpanjang runway sampai 3.000 meter dengan lebar 60 meter. Adapun komponen lainnya untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendaratan pesawat di bandara sudah dapat dipenuhi.

Bintang mengatakan, masih ada waktu untuk memperpanjang runway hingga 3.000 meter. Perpanjangan runway tidak begitu sulit, karena lahan 500 meter yang dibutuhkan sudah dibebaskan.

"Hanya perlu empat bulan untuk bisa melakukan (perpanjangan runway) ini. Hanya tinggal siapa yang akan memperpanjang, apakah Kemenhub, AP (Angkasa Pura), atau dari APBN. Tapi, intinya untuk mengejar waktu haji ini bisa. Lahan juga siap sebenarnya," imbuhnya.

Pembangunan sisi darat, lanjut Bintang, sudah tidak diragukan lagi. Ia yakin pengerjaan area terminal penumpang bisa selesai awal tahun ini. Hingga 31 Desember 2017, pembangunan terminal yang masuk dalam sisi darat sudah mencapai 85 persen.

Pembangunan untuk sisi darat, di mana PT BIJB menjadi pelaksana pembangunan, dibagi dalam tiga paket pengerjaan. Paket satu yang digarap PT Adhi Karya (persero) Tbk. meliputi pekerjaan infrastruktur berupa ramp simpang susun, jalan, drainase, dan lansekap sudah rampung 100 persen.

Paket dua, meliputi pembangunan terminal penumpang sudah mencapai 80 persen. Paket dua dengan penyedia jasa dari KSO PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti menggarap terminal, interior, pekerjaan facade dan atap boarding lounge.

Saat ini, pengembang masih fokus merampungkan atap yang menyerupai ekor merak. Atap inilah yang nantinya akan menjadi ikon bandara.

Paket tiga, meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya sudah 92 persen. PT Waskita diberi tanggung jawab mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station, dan perangkat keamanan kebakaran bandara.

"Jadi saya liat ke arah terminal semuanya sudah on progress. Secara teknis sudah tidak meragukan lagi. Diharapkan ini pada 1 Mei dioperasikan. Terminal juga sebesar ini bisa dioperasikan," ungkap Bintang optimis.

Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, pihaknya selaku pelaksana pembangunan dan pengoperasian bandara siap memenuhi agar diawal beroperasi bisa juga melayani penerbangan haji. Salah satu fasilitas yakni hadirnya lounge haji dan umrah seluas 1.300 meter per segi. Fasilitas tersebut berada di lantai dua area bandara.

Adapun untuk kesiapan lainnya, seperti akses jalan non-tol, pihaknya bersama Pemda Majalengka sudah memulai melakukan pengerjaan fisik. Akses itu mengambil jalan lurus sepanjang 1,8 kilometer.

Sedangkan untuk akses tol Pemprov Jabar saat ini sedang melakukan pembebasan lahan sepanjang 3,8 kilometer. Akses tol tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan Tol Cipali.


(NIN)