Ulama Diminta Bantu Pencegahan Difteri di Jawa Barat

Ahmad Rofahan    •    Sabtu, 09 Dec 2017 15:55 WIB
klb difteri
Ulama Diminta Bantu Pencegahan Difteri di Jawa Barat
Wagub Jabar Deddy Mulyadi saat mengunjungi ke Cirebon. Medcom.id. Rofahan

Cirebon: Provinsi Jawa Barat menetapkan wabah Difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), oleh karena, Pemprov Jawa Barat akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk bisa menangani penyakit yang cukup membahayakan tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, salah satu penyebab maraknya difteri, yaitu disebabkan enggannya orang tua untuk memvaksinasi anaknya. Sehingga, pemahaman terhadap vaksinasi juga perlu diberikan kepada masyarakat. 

Deddy juga menuturkan, para tokoh agama, seperti para ulama dan kiai, diminta untuk ikut berperan dalam memberikan pemahaman itu. Karena menurutnya, masih ada masyarakat yang menolak divaksinasi dengan alasan haram.

"Sehingga para ulama dan kiai, bisa berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat," kata Deddy.

Walaupun tidak bisa menyebutkan wilayah mana saja yang masih terjadi penolakan, namun Deddy memastikan masih ada di beberapa wilayah yang warganya enggan diberikan vaksinasi. 

Deddy juga meminta kepada seluruh instansi terkait dan tokoh-tokoh lainnya, untuk sesegera mungkin memberikan pemahaman, bahwa vaksinasi ini bukan dari sesuatu yang haram.

“Soalnya kalau terlambat divaksinasi, membahayakan anak-anak kita,” katanya.

Selain karena enggannya masyarakat untuk melakukan vaksinasi, faktor lainnya yang menunjang terjadinya wabah difteri adalah sanitasi dan kebersihan lingkungan. Pemeran Film Naga Bonar ini menuturkan, 45 persen penyakit yang ada di masyarakat, dilatarbelakangi karena faktor lingkungan.

“Kalau ada penyakit, berarti lingkungannya bermasalah,” kata Deddy.


(ALB)