Puluhan Pabrik Pencemar Citarum Masih Diselidiki

Media Indonesia    •    Senin, 05 Feb 2018 16:51 WIB
pencemaran sungai
Puluhan Pabrik Pencemar Citarum Masih Diselidiki
Aliran Sungai Citarum di kawasan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Bandung: Kepolisian Daerah Jawa Barat masih menyelidiki temuan satgas Citarum Harum atas 31 perusahaan pembuang limbah ke Sungai Citarum yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Majalaya, Ciparay, dan Dayeuhkolot.  Menurut Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto, kepolisian bakal menguji setiap limbah pabrik yang diduga mencemari Citarum. 

"Air limbah itu beragam karena air hitam itu belum tentu beracun. Jadi, setiap air yang dikeluarkan oleh pabrik akan kita uji lab untuk diketahui seberapa besar kadar racun yang terkandung di dalamnya," jelas Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprato, Senin, 5 Februari 2018.

Baca: Diduga Cemari Citarum Empat Pabrik Ditutup Sementara

Secara kasat mata, kata Hari, ada tiga unsur untuk menentukan sungai mengandung limbah beracun atau tidak. Pertama berwarna hitam, kedua berbau menyengat, dan ketiga mengeluarkan asap. Ketiganya bisa mengindikasi adanya limbah beracun. Namun, bila tiga unsur itu tidak terpenuhi maka belum bisa dipastikan mengandung limbah beracun. 

"Kita umpamakan air teh dan air mineral. Orang sudah pasti menyetujui kalau air yang jernih tidak beracun, tapi apakah teh yang mempunyai warna coklat itu beracun?" tanya dia. 

Menurut Hari, pihaknya sangat berhati-hati dalam menyelidiki temuan satgas Citarum Harum. Lantaran harus menunggu hasil penyelidikan yang intensif. 

Baca: 31 Pabrik Cemari Citarum

Hasil tim Survei Citarum Harum yang terdiri atas Satgas Kodam III/Siliwangi, tim ahli lingkungan hidup, dan pegiat lingkungan telah merilis 31 pabrik pembuang limbah. Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Arh Desi Ariyanto mengatakan tim survei mendapatkan semua bukti baik dalam bentuk rekaman video maupun foto.

Sebanyak 31 pabrik pembuang limbah yang diduga membunag limbah di Sungai Citarum ialah PT Duamatex (daerah Dayeuhkolot), PT Marstex (Dayeuhkolot), PT Mahameru (Dayeuhkolot), PT Atritek (Dayeuhkolot), PT Ceres (Dayeuhkolot), PT Alfasarana (Banjaran), PT PJA (Pameumpeuk), PT Sapilindo Permata (Pameumpeuk), dan PT SUM (Banjaran).

Lalu PT Anggana Kurnia Putra (Bojongsoang), PT Kertas Trimitra Mandiri (Bojongsoang), PT Kahatex Grup (Rancaekek), PT Kwalram (Rancaekek), PT Sunson (Rancaekek), PT Pulau Mas (Majalaya), PT BCP (Majalaya), PT Naga Mas (Majalaya), PT WIS (Majalaya), PT Dulang Mas (Majalaya), dan CV Purnama Tirtatex (Majalaya).

Kemudian, PT Guna Jaya Sentosa (Majalaya), PT Tawekal Jaya, PT PMTI, PT UGW (Waringin), PT Prapanca (Margaasih), PT Pulo Mas (Margaasih), PT Alpito (Waringin), PT Waltex Katapang, PT Muara Ciwideuy Washing (Kutawaringin), PT Titone (Kutawaringin), dan PT Jaya Mandiri Plastik (Kutawaringin).


(LDS)