Perbaikan Jalur Puncak Bogor Terus Dikebut

Rizky Dewantara    •    Kamis, 15 Feb 2018 04:36 WIB
longsor
Perbaikan Jalur Puncak Bogor Terus Dikebut
Suasana perbaikan jalur puncak, Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Perbaikan empat titik longsor di Puncak Bogor terus dikebut guna melancarkan roda aktifitas jalur nasional yang menghubungkan Bogor-Cianjur Jawa Barat. Masing-masing titik ada di Cimacan, Gunung Mas, Riung Gunung dan Puncak Pas.

"Empat titik longsor yang terus kami kebut pengerjaannya. Semua masuk ke wilayah Kabupaten Bogor," jelas Pelaksana PT. Wijaya Karya untuk perbaikan jalan Puncak Bogor, Riswandi, saat ditemui di Riung Gunung Cisarua Bogor, Jawa Barat, Rabu, 14 Februari 2018.

Riswandi, belum bisa memastikan kapan perbaikan jalur Puncak rampung. Ia juga merasa tenggat 10 hari yang diberikan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terlalu singkat.

"Waktu yang diberikan itu sangat membuat kami tertekan. Hal itu tidak bisa dipaksakan, lantaran perbaikan jalan yang kami kerjakan belum sepenuhnya dapat dilalui kendaraan roda empat," ujarnya.

Baca Juga: Butuh 3 Bulan Perbaiki Longsor Puncak

Namun, Riswandi memastikan pihaknya terus berupaya mengerjakan perbaikan jalan di empat titik tersebut dengan optimal. Pihaknya sudah mengerahkan 50 orang tiap titik untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Pengerjaan kami kebut 24 jam meskipun hujan. Kendala yang kami rasakan dari faktor cuaca dan pengendara roda dua yang sulit diatur," ujar dia.


Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama mengungkapkan, kepolisian masih melangsungkan penyekatan untuk kendaraan roda empat yang mengarah ke Cianjur dari Gunung mas. Jalur Gunung Mas sampai Ciloto Cianjur hanya bisa dilalui sepeda motor. 

"Mengingat belum dilakukan observasi oleh tim terpadu," kata Hasby saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 14 Februari 2018.

Hasby juga menjelaskan, pembatasan dilakukan lantaran beberapa lokasi di jalur itu masih dilakukan perbaikan setelah bencana longsor. Selain itu, pembatasan kendaraan juga dilakukan semata menjaga keamanan pengendara roda empat. 

"Faktor keamanan pengendara juga jadi prioritas pihak kepolisian. Sehingga masih belum mumpuni untuk dilintas oleh mobil," ujar Hasby.




(AGA)