Sistem Ganjil-Genap di Tol Diyakini Gagal Tanpa Feeder

Antonio    •    Rabu, 14 Mar 2018 10:29 WIB
sistem ganjil genap
Sistem Ganjil-Genap di Tol Diyakini Gagal Tanpa Feeder
Ilustrasi suasana di gerbang tol Bekasi Barat, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Antonio

Bekasi: Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi Harun Al Rasyid menilai bus pengumpan (feeder) perlu diperbanyak untuk membuat masyarakat beralih ke angkutan pribadi. Jika tidak, tujuan penerapan sistem ganjil-genap di Gerbang Tol Bekasi Barat 1,2 dan Bekasi Timur 2 arah Jakarta tak akan tercapai.

Menurut dia, bus pengumpan harus disiapkan di beberapa perumahan. Bus yang disediakan harus beroperasi untuk menjemput warga di perumahan, kemudian mengantar ke lokasi pemberangkatan TransJabodetabek Premium.

Tidak hanya harus disediakan saat waktu berangkat kerja sekitar 06.00-09.00 WIB, bus juga harus menjemput warga di lokasi penghentian TransJabodetabek Premium dari pukul 17.00-21.00 WIB.

"Jadi masyarakat melihat kebijakan ini tidak hanya mengorbankan masyarakat tetapi Pemerintah memberikan jaminan pelayanan yang lebih baik," kata dia di Bekasi, Rabu, 14 Maret 2018.

Di sisi lain, tarif bus feeder juga perlu menjadi sorotan. Pemerintah perlu mendukung dengan memberikan subsidi supaya tarif bus bisa murah. Idealnya harga bus feeder dipatok Rp3.000.

"Artinya cukup menarik masyarakat untuk memilih angkutan umum," ujarnya.

 


(SUR)