PNS Pemkot Bogor Kocar-Kacir dari Kantor

Rizky Dewantara    •    Selasa, 23 Jan 2018 16:16 WIB
gempagempa bumi
PNS Pemkot Bogor Kocar-Kacir dari Kantor
Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dan warga di area perkantoran Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, kocar-kacir meninggalkan gedung tempatnya bekerja saat gempa melanda. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dan warga di area perkantoran Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, kocar-kacir meninggalkan gedung tempatnya bekerja saat gempa melanda. Gempa bermagnitudo 6,1 Skala Richter (SR) yang berpusat di barat daya Lebak, Banten ini, terasa kuat mengguncang pusat pemerintahan kota Bogor.

Salah satu PNS yang bekerja di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Bogor, Agung Nugroho mengaku tengaha berada di lantai empat saat gempa bumi terjadi. Kontan, dia beserta rekan-rekannya panik lari ke lapangan untuk menyelamatkan diri.

"Lantai serasa bergoyang, kemudian saya dan semua orang yang berada di lantai empat lari menuju tangga darurat untuk menyelamatkan diri," ungkap Agung di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 23 Januari 2018.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor,Ganjar Gunawan menyebut gempa yang membuat panik PNS tak merusak bangunan. Memang, guncangan yang terasa di Kota Bogor dan sebagian Jawa Barat tergolong cukup kuat.

Walau demikiana, Ganjar juga mengimbau masyarakat di sekitar wilayah Kota Bogor untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awalnya menyebutkan gempa yang berkekuatan 6,4 SR dan berlokasi di 7.21 lintang selatan, 105.91 bujur timur, 81 kilometer barat daya Lebak Banten dengan kedalaman epicentrum gempa 10 kilometer. Kemudian BMKG memperbarui data dan menyebut gempa berkekuatan 6,1 SR dengan kedalaman 64 kilometer.


(SUR)