Ketua Panwaslu dan Komisioner KPUD Garut Diringkus Polisi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 25 Feb 2018 00:36 WIB
kasus suap
Ketua Panwaslu dan Komisioner KPUD Garut Diringkus Polisi
ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal

Bandung: Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Garut berinisial AS dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu Garut HHB dikabarkan ditangkap polisi, Sabtu, 24 Februari 2018.

Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Hari Suprapto mengatakan, keduanya ditangkap Satgas Anti Money Politic Bareskrim Polri dan Satgasda Jabar dan Polres Garut sekitar pukul 12.30 WIB.

"Diduga, keduanya menerima suap atau gratifikasi untuk meloloskan salah satu calon dalam pilkada Kabupaten Garut," ungkap Hari saat dikonfirmasi, Sabtu, 24 Februari 2018.

Selain menangkap kedua tersangka, petugas gabungan juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain; empat unit handphone, buku rekening, dan bukti transfer.

"Untuk barang bukti Ketua Panwaslu, yaitu buku rekening, bukti transfer Rp10 juta dan empat unit handphone," jelasnya.

Hari menuturkan kedua tersangka teridentifikasi melanggar pasal 11 dan atau 12 Undang-Undang Tipikor dan atau pasal 3 dan 5 UU TPPU.

"Tersangka masih dilakukan pemeriksaan," paparnya.

Menurut informasi yang dihimpun, ada empat pasangan calon yang dinyatakan lolos untuk mengikuti Pilbup Garut, satu pasangan independen, tiga pasangan dari partai politik. Keempat paslon itu adalah pasangan petahana Rudy Gunawan-Helmi Budiman, Iman Alirahman-Dedi Hasan Bahtiar, Suryana-Wiwin, dan Agus Hamdani-Pradana Aditya Wicaksana.


(DMR)