Bandung Miliki Forest Walk Terpanjang di Asia Tenggara

Roni Kurniawan    •    Rabu, 17 Jan 2018 18:56 WIB
infrastruktur
Bandung Miliki <i>Forest Walk</i> Terpanjang di Asia Tenggara
Forest Walk di kawasan hutan kota Babakan Siliwangi dibangun setinggi tiga meter dan panjang dua kilometer. Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan

Bandung: Kota Bandung kini memiliki forest walk terpanjang di Asia Tenggara. Teras setinggi tiga meter dan panjang dua kilometer ini berlokasi di kawasan hutan kota Babakan Siliwangi.

Jembatan ini dibangun khusus bagi pejalan kaki serta untuk sarana olahraga itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil), Rabu, 17 Januari 2018. Hadirnya forest walk merupakan hasil kerja Pemerintah Kota Bandung untuk menghadirkan sarana yang nyaman di tengah hutan kota.

"Di forest walk ini kita hadirkan fasilitas untuk mendekatkan manusia dengan alam tanpa merusak alam,” kata Emil.

Sebelum menjadi forest walk, Babakan Siliwangi hanya hutan kota yang minim pengunjung. Pasalnya, pepohonan besar layaknya hutan belantara membuat masyarakat enggan berkunjung ke kawasan tersebut.

"Kalau hutan kota itu harus ada aktivitas sosialnya. Sebelum ada forest walk tidak banyak yang bisa menikmati alam di hutan kota. Mau jalan kaki di mana. Tapi sekarang silahkan, mau olahraga, menghirup udara segar di pagi hari, di sini tempatnya," beber Emil.

Forest walk ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Bandung menepis isu akan dibangunnya apartemen di kawasan tersebut. Ruang terbuka yang jaraknya tak jauh dari Teras Cikapundung ini memang menjadi lokasi strategis untuk menjadi kawasan komersial.

"Setelah jadi wali kota, di bulan Oktober 2014 saya berhasil melobi pengembangnya untuk tidak meneruskan (proyek) dan akhirnya mengembalikan Babakan Siliwangi secara permanen sebagai hutan kota yang kita lestarikan," cerita Emil.

Bahkan Emil mengklaim jika forest walk tersebut merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara. Bahkan rencananya, panjang forest walk akan ditambah pada anggaran tahun berikutnya.

"Ini yang terpanjang di Asia Tenggara, kira-kira begitu. Jadi berbanggalah, silahkan menikmati," tandas Emil.

Forest walk dibangun menggunakan dana APBD dalam dua tahap. Pada tahun 2016 dibangun tahap I senilai Rp6,3 miliar. Pembangunan dilanjutkan tahun 2017 dengan dana tambahan Rp11,9 miliar.


(SUR)