Jam Keong Lumrah Dipakai untuk Selundupkan Gawai

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 22 Mar 2018 13:02 WIB
kerusuhan penjara
Jam Keong Lumrah Dipakai untuk Selundupkan Gawai
Kalapas Kelas 1 Cirebon Heni Yuwono. (medcom/Ahmad Rofahan)

Cirebon: Kerusuhan yang terjadi di Lapas Kelas 1 Cirebon Kemarin, lantaran warga binaan menolak razia gawai. Telepon genggam masuk ke lapas secara ilegal.

Kepala Lapas Kelas 1 Cirebon, Heni Yuwono, memastikan, gawai barang terlarang. Barang itu masuk lapas, salah satunya dilempar dari luar. Usaha itu sudah berulang kali dipergoki.

"Mereka lempar dari luar handphonenya," kata Heni, Kamis 22 Maret 2018.

Peristiwa masuknya gawai ke lapas terjadi saat kondisi lapas sedang tutup keong, yaitu saat warga binaan hendak masuk ke dalam lapas usai salat. Namun, waktu-waktu lainnya juga memungkinkan terjadi.

"Kalau yang kita temukan, saat warga binaan mau masuk sel usai salat zuhur. Tapi waktu lainnya juga cukup memungkinkan," kata Heni.

Baca: Lapas Cirebon Rusuh Gara-gara Razia HP

Untuk mengantisipasi, saat ini Lapas Cirebon menambah personil pos pantau. Dari sebelumnya hanya satu petugas di setiap pos pantau, akan ditambah menjadi tiga petugas setiap pos pantau. 

"Jumlah keseluruhan ada empat pos pantau disini," kata Heni.

Selain itu, pihaknya juga akan menutup akses jalan umum yang berdekatan langsung dengan lapas pada jam-jam tertentu. Aturan ini, diharapkan akan  meminimalisir adanya pelemparan gawai dari luar lapas.

"Nanti kita akan tutup jalan umum, pada jam-jam tertentu," imbuh Heni.

(Baca: Kerusuhan Terjadi di Lapas Cirebon)


(LDS)