Bendera Ormas Jadi Barang Bukti Penebar Ujaran Kebencian

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 12 Sep 2017 19:18 WIB
pencemaran nama baikujaran kebencian
Bendera Ormas Jadi Barang Bukti   Penebar Ujaran Kebencian
DI, tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap Ibu Negara, digiring ke Pollrestabes Bandung, MTVN - Octavianus

Metrotvnews.com, Bandung: Polisi menemukan bendera organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia dari DI. Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, itu ditangkap atas tuduhan mencemarkan nama baik Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

DI ditangkap di rumahnya di Palembang pada Senin malam 11 September 2017. Penangkapan dilakukan Polrestabes Bandung yang dibantu Polda Sumsel.

Baca: Penyebar Ujaran Kebencian terhadap Ibu Negara Dibekuk di Palembang

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana, mengatakan bendera ormas itu sempat dikirimkan ke seorang perempuan berinisial DW. Semula, DW diduga menggunakan akun sosial medianya untuk menebarkan ujaran kebencian terhadap Ibu Negara.

"Jadi waktu video call, DW melihat DI memiliki bendera HTI, lalu dia suka dan meminta bendera itu. Akhirnya dikirimkanlah bendera tersebut," ucap Yoris di Mapolrestabes, Jalan Jawa Kota Bandung, Selasa 12 September 2017.

Yoris menuturkan terbongkarnya kasus tersebut setelah petugas menangkap DW. Dari penuturan perempuan tersebut, akun itu dibuat dan digunakan DI.

"Di dalam akun Instagram itu, ada beberapa foto. Saat diselidiki, ada juga nama Ibu Negara. Inti pernyataan yang diunggah, ia (pemilik akun) tidak senang dengan keadaan pemerintah saat ini, dan ingin membuat gaduh," bebernya.

DI dan DW hanya berkomunikasi visa sosial media. Keduanya tak pernah bertatap muka. DW merupakan warga Bandung. Sedangkan DI tinggal di Palembang.

"DI itu mahasiswa di Palembang," lanjut Yoris.

Selain bendera ormas, petugas menyita beberapa barang bukti dari DI. Yaitu dua telepon genggam beserta simcard dan satu gantungan kunci berlambang HTI.


(RRN)