Longsor di Galunggung tak Berhubungan dengan Aktivitas Gunung Api

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 18 Sep 2017 10:07 WIB
tanah longsor
Longsor di Galunggung tak Berhubungan dengan Aktivitas Gunung Api
Daerah longsor di Gunung Galunggung Tasikmalaya, dok: istimewa

Metrotvnews.com, Bandung: Pergerakan tanah mengakibatkan longsor di Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kejadian itu tak berhubungan dengan aktivitas gunung api.

Longsor terjadi pada Sabtu siang 16 September 2017. Dua warga hilang dan masih dalam pencarian.

Baca: Gunung Galunggung Longsor, Dua Pencari Burung Dikabarkan Hilang

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Barat Badan Geologi Sumaryono mengatakan Gunung Galunggung merupakan kawasan rawan longsor. Galunggung juga gunung berapi.

"Tapi kejadian kemarin, murni karena kelerengan yang terjal," ungkap Sumaryono melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Senin 18 September 2017.

Menurut Sumaryono, pergerakan tanah sering terjadi di Galunggung. Peristiwa itu terjadi saat hujan di kawasan tersebut.

Sumaryono memperkirakan longsor kembali terjadi, namun skalanya lebih kecil. Lantaran itu, tim terus berkoordinasi memantau gunung. 

Sumaryono juga mengatakan Basarnas masih mencari dua warga yang hilang. Sumaryono juga meminta warga untuk tak beraktivitas di sekitar area longsor.

Kepala Basarnas Jabar Slamet Riyadi mengingatkan warga menghindari lereng Galunggung. Slamet mengkhawatirkan longsor kembali terjadi.

"Kami menginmbau warga menghindari wilayah Gunung Galunggung yang terkena dampak longsor. Ditakutkan bila terjadi longsor susulan," ujar Slamet.

Menurut Humas Protokoler Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan kabut menutupi sebagian Gunung Galunggung. Sehingga, area longsor tak tampak jelas.

Longsor terjadi di Gunung Galunggung tepatnya di Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu. Dua warga yang hilang yaitu Ajat, 32 dan Dadang, 45. 



(RRN)