Cianjur Catat Empat KLB Keracunan Sepanjang 2018

Fachri Audhia Hafiez    •    Selasa, 18 Sep 2018 04:13 WIB
keracunan makanan
Cianjur Catat Empat KLB Keracunan Sepanjang 2018
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Jakarta: Dinas Kesehatan Cianjur Jawa Barat mencatat empat kejadian luar biasa (KLB) keracunan selama periode Januari hingga September 2018. Korban terbanyak mencapai 82 orang.

Kepada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur Neneng Efa Fatimah mengungkapkan, keracunan massal pertama terjadi di Kecamatan Gekbrong pada awal tahun dengan korban mencapai 32 orang.

"Keracunan lainnya terjadi di Kecamatan Ciranjang, bulan Juni dengan korban sebanyak 32 orang. Selanjutnya di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, dengan korban 30 orang," kata Neneng seperti dilansir Antara, Senin, 17 September 2018.

Sedangkan yang terbaru terjadi di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, dengan total korban sampai 82 orang. Sebanyak 32 orang dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur dan 50 orang lainnya ditangani di puskesmas.  

"KLB di Cugenang paling banyak sampai 82 orang. Kami turunkan ambulans milik puskesmas dan beberapa desa di sekitar untuk membawa korban," ujar Neneng.

Dia menjelaskan, jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan 2017 yang hanya ada satu kasus keracunan dengan jumlah korban hanya 8 orang warga di Kecamatan Warungkondang. Rata-rata kasus keracunan di Cianjur, tambah Neneng, terjadi akibat bakteri dari makanan terjadi karena pengolahan yang tidak higienis 

"Seperti bahan baku yang kurang segar, proses memasak dan pengemasan yang tidak sesuai," ucap Neneng.

Rentang waktu antara memasak hingga disantap tamu yang cukup lama juga menjadi faktor lainnya. Makanan yang dikemas sudah harus dimakan sebelum dua jam setelah matang.

Jika terlalu lama dapat muncul bakteri pada makanan, terlebih kalau bahan baku kurang segar atau saat pengemasan setelah matang tidak higienis. Neneng mengatakan, penyebab keracunan di Desa Wangunjaya, masih menunggu hasil labolatorium yang diperkirakan paling cepat tiga hari ke depan.


(DRI)