Kasus Pemerasan di Lapas Imbas Sipir tak Berintegritas

   •    Senin, 16 Apr 2018 12:58 WIB
pemerasan
Kasus Pemerasan di Lapas Imbas Sipir tak Berintegritas
Ilustrasi. (Foto: MI/Susanto)

Jakarta: GL, satu dari tiga tersangka kasus pemerasan yang dikendalikan dari balik Lapas Jelekong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengungkap, aksi pemerasan bermodus video porno yang ia lakukan bersama dua temannya dikoordinasi oleh petugas lapas. GL mengaku diberikan ponsel oleh petugas lapas untuk menjalankan aksinya.

Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto mengakui petugas nakal selalu saja ada. Namun hal itu tidak akan berlaku di semua lapas.

"Kami selalu meningkatkan kinerja, andai terjadi kasus saya yakin tidak mewakili seluruh lapas. Yang terjadi di lapas narkotika Jelekong hanya kerjaan oknum," kata Ade, dalam Metro Siang, Minggu, 15 April 2018.

Ade mengatakan selain karena over kapasitas, salah satu penyumbang kerap terjadinya kasus di balik lapas adalah ketiadaan moral dan integritas yang seharusnya dimiliki oleh sipir.

Namun ia memastikan pelanggaran akibat ulah sipir tidak akan ditoleransi. Apabila terbukti, tak hanya sanksi administrasi namun sanksi pidana juga akan dikenakan.

"Yang jelas (ulah) satu, dua, tiga orang tidak mewakili petugas lapas di seluruh Indonesia. Ini hanya ulah oknum yang bermasalah dalam integritas dan moral, bagaimana pun tidak akan kami toleransi," ungkap Ade.

Sebelumnya Polrestasbes Bandung, menangkap tiga orang narapidana di Lapas Narkoba Jelekong, Bandung, Jawa Barat atas kasus dugaan pemerasan.

Modus yang dilakukan, pelaku yang merupakan narapidana memanfaatkan ponsel yang diberikan oleh sipir untuk berselancar di dunia maya.

Berbekal akun media sosial palsu, para pelaku yang menyamar sebagai perwira atau karyawan perusahaan negara akan menggaet korban yang mayoritas wanita untuk melakukan video call porno. Korban yang terjerat kemudian dimintai sejumlah uang jika video tersebut tak ingin tersebar ke media sosial.




(MEL)