Tugas Bupati Bandung Barat Diambil Alih Wakilnya

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 14 Apr 2018 11:48 WIB
kasus suapott kpk
Tugas Bupati Bandung Barat Diambil Alih Wakilnya
Bupati Kabupaten Bandung Barat Abu Bakar dengan menggunakan rompi tahanan KPK. MI/Rommy Pujianto.

Bandung Barat: Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra resmi mengambil alih tugas Abubakar sebagai Bupati setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keputusan tersebut telah dikeluarkan melalui surat yang diteken oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Jumat, 13 April 2018.

"Jadi itu udah otomatis, hingga pada siang kemaren Pak Gubernur menerbitkan surat tugas, supaya wakil kepala daerah supaya melakukan tugas dan kewenangan Bupati," kata Yayat di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 14 April 2018.

(Baca: KPK Jebloskan Bupati Bandung Barat ke Bui)

Yayat pun memastikan dan berpesan kepada masyarakat jika posisi Bupati Bandung Barat tidak kosong. Ia pun akan melaksanakan seluruh tugas Bupati dan memastikan pelayanan terhadap masyarakat akan terus berjalan.

"Kita saya kira setuju soal playanan kepada masyarajat jadi itu nomor satu tidak boleh ada penurunan semangat. Itu sudah kita ambil langkah," sambungnya.

(Baca: Bupati Bandung Barat Ditetapkan sebagai Tersangka)

Namun, Yayat tidak memungkiri penangkapan Abubakar serta beberapa ASN Bandung Barat yang terlibat memberikan upeti berpengaruh ke pemerintahan. Ia akan berusaha untuk memberikan pelayanan serta menunjuk penjabat sementara untuk mengisi posisi yang ditinggalkan ASN yang terjerat kasus tersebut.

"Kalau perlu ini menjadi picu untuk semua dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," bebernya.

Yayat pun menyerahkan kasus Abubakar serta beberapa ASN kepada proses hukum yang berlaku. Yayat akan fokus untuk memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan.

(Baca: Kekayaan Bupati Bandung Barat Mencapai Rp3,1 Miliar)

KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Abu Bakar sebagai tersangka kasus dugaan suap. Abu Bakar diduga menerima suap dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat, yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Selain Abu Bakar dan Asep Hikayat, KPK juga turut menetapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati serta Kepala Badang Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, Abu Bakar, Weti, dan Adiyoto selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Asep selaku pemberi suap diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(SUR)