Dirjen PAS bakal Evaluasi Petugas lapas

ant    •    Senin, 23 Jul 2018 14:20 WIB
sidak lapas
Dirjen PAS bakal Evaluasi Petugas lapas
Ilustrasi--Lapas Sukamiskin--MI/Bayu Anggoro

Bandung: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM berencana bakal mengevaluasi petugas Lapas seiring dengan mudahnya barang-barang yang dilarang masuk ke sel tahanan.

"Petugas akan dievaluasi apakah perlu ke depannya perlu dipindahkan diganti yang baru yang 'fresh' dengan warna yang baru, nanti kita akan evaluasi semuanya," ujar Kabag Humas Dirjen PAS Kemenkumham, Ade Kumanto, di Bandung, Senin, 23 juli 2018.

Ade mengatakan, Kemenkumham juga akan melakukan revitalisasi dengan meningkatkan status pengamanan di dalam Lapas. Tak hanya bagi para tahanan, termasuk petugas. Menurutnya, petugas yang kedapatan bertindak tidak sesuai kewenanganannya, akan langsung diberikan sanksi oleh Kemenkumham.

"Melakukan pengawasan ketat kepada petugas Lapas dan jajarannya. Kalau mereka melakukan penyimpangan mereka akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku," ucapnya.

Sementara untuk status pengamanan, Kemenkumham akan menetapkan beberapa Lapas dengan menggolongkan empat kategori level pengamanan. Pertama, super maximum security yang sedang dibangun di Lapas Nusakambangan. Kemudian maximum security, di mana warga binaan ada di dalam pantauan yang maksimal, medium security, dan minimum security.

"Medium itu di mana warga binaan menjalani pelatihan. Minimum security, lapas tanpa tembok, itu pabrikasi di situ. Jadi seluruh warga binaan menghasilkan memproduksi," tuturnya.

Pengembangan status level pengamanan ini akan memaksimalkan Lapas yang ada di seluruh Indonesia. Namun untuk penetapannya, Dirjen PAS masih membahasnya.

"Untuk ke depannya masih dalam tahap pembahasan dan sedang disusun instrumennya," kata dia.

Sebelumnya, pada Minggu malam hingga Senin dini hari, Dirjen PAS Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, melakukan sidak di Lapas Sukamiskin Bandung. Dalam hasil sidak tersebut ditemukan barang-barang mulai dari uang, lemari pendingin, kompor, microwave, katel, panci, spatula, handphone, pendingin ruangan, televisi, serta barang lainnya. Barang-barang tersebut ditemukan tim dari 522 kamar.



(ALB)