Narkoba Senilai Rp30 Miliar Dimusnahkan

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 30 Aug 2018 18:25 WIB
pemberantasan narkoba
Narkoba Senilai Rp30 Miliar Dimusnahkan
Kapolrestabes Bandung menunjukkan barang bukti narkoba yang diungkap sejak awal 2018, Medcom.id - P Aditya

Bandung: Polrestabes Bandung, Jawa Barat, memusnahkan barang bukti kasus narkoba bernilai mencapai Rp30 miliar. Kasus-kasus itu diungkap sejak awal 2018.

Pemusnahan narkoba dengan cara dibakar dan dimasukkan ke dalam air itu dipimpin oleh Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, sekira pukul 10.00 WIB, Kamis, 30 Agustus 2018, di Markas Polrestabes Bandung.

Barang bukti yang dimusnahkan yaitu 12,9 kilogram sabu, 1,7 kilogram kethamin, 1,6 ribu pil ekestasi, satu kilogram ganja, 24 kg katinon, tiga gram tembakau gorila, dan 11 ribu pil obat-obatan kategori G.

"Ini pengungkapan jajaran Satuan Narkoba dengan jumlah total apabila diuangkan senilai Rp30 miliar," kata Irman di Markas Polrestabes Bandung.

Pemusnahan barang bukti narkoba itu juga dihadiri oleh Dandim Kota Besar Bandung 0618 Berdiri Sendiri (BS) Kolonel Inf Arfin Dahlan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Brigjen Sufyan Syarif, dan sejumlah undangan.

Barang-barang bukti itu dikumpulkan dari pengungkapan kasus yang diungkap sejak awal tahun 2018. Sebanyak puluhan tersangka yang dibekuk Polrestabes Bandung. 

Pengungkapan kasus paling banyak yaitu narkoba jenis sabu seberat 13,1 kilogram yang didatangkan dari Palembang dengan modus dibungkus kemasan abon pada 25 Juni 2018. Tiga tersangka dibekuk dan kini ditahan di sel tahanan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung untuk menjalani proses hukum.

Kepala BNN Provinsi Jabar Brigjen Pol Sufyan Syarif mengatakan, survei BNN Jawa Barat merupakan provinsi di urutan ke lima rawan peredaran narkoba setelah Jakarta, Medan, Batam, dan Kalimantan. Jawa Barat memiliki sejumlah pintu masuk peredaran narkoba, seperti pelabuhan di pantai utara dan jalur laut selatan. 

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat ikut aktif melakukan pencegahan. Upaya itu dimulai dari desa dengan melibatkan Babinsa dan Babhinkamtibmas sebagai ujung tombak penyadaran masyarakat akan bahaya narkoba," kata Sufyan.


(RRN)