Pollycarpus Bebas Murni Hari Ini

P Aditya Prakasa    •    Rabu, 29 Aug 2018 10:35 WIB
kasus munir
Pollycarpus Bebas Murni Hari Ini
Pollycarpus, terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, menerima berkas bebas bersyarat karena telah menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin Bandung, Rabu, 29 Agustus 2018, Medcom.id - P Aditya

Bandung: Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus pembunuhan pegiat hak asasi manusia, Munir Said Thalib, bebas murni dari hukuman 14 tahun penjara. Pollycarpus menjalani hukuman selama delapan tahun kurungan penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung setelah mendapatkan beragam remisi.

Sebelum bebas murni, Pollycarpus terlebih dahulu mendapatkan bebas bersyarat pada tahun 2014 lalu. Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Bandung Hardjani Pudji Astini mengatakan Pollycarpus telah memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan murni. 

"Sudah ada 23 kali wajib lapor, kalau yang bersangkutan tidak tepat waktu, misalkan ada di Papua, tetap berkoordinasi dengan kita. Tapi kalau beliau di Jakarta atau Bandung dia tetap melapor," kata Hardjani di Kantor Balai Pemasyarakatan, Kota Bandung, Rabu 29 Agustus 2018.

Selama bebas bersyarat, kata dia, Pollycarpus diwajibkan mengikuti masa bimbingan. Dia pun menilai Pollycarpus kooperatif selama wajib lapor.

"Berakhir masa bimbingan hari ini Rabu 29 Agustus, memang sudah sesuai. Melihat perkembangan yang bersangkutan mereka ada usaha di Jakarta, Tanggerang, dan Papua," kata dia.

Mantan Pilot Garuda Indonesia itu mendatangi Bapas Bandung di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, sekitar pukul 08.00 WIB. Dengan ditemani istrinya, dia datang mengambil berkas bebas murni.

Nama Pollycarpus muncul setelah Munir tewas dalam pesawat Garuda. Pada 7 September 2004, Munir dan Pollycarpus sama-sama terbang dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Dua jam sebelum mendarat di Amsterdam, Munir meninggal di kursinya.

Kepolisian Belanda yang melakukan autopsi menemukan jejak senyawa arsenikum dalam tubuh Munir. Nama Pollycarpus pun muncul. Pilot yang sedang cuti itu terbukti mendapat perintah untuk membunuh Munir. Putusan itu didapat setelah Pollycarpus menerima beberapa panggilan dari agen intelijen senior.

Pada 18 Maret 2005, Bareskrim Mabes Polri menetapkan Polly sebagai tersangka kasus pembunuhan Munir. Pada 1 Agustus 2005, sidang pun digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Jaksa menuntut Polly dihukum seumur hidup.

Tapi pada 12 Desember 2005, Majelis hakim menjatuhi hukuman 14 tahun penjara padanya. Ia dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir dengan cara memasukkan racun arsenik ke dalam mie goreng yang disantap Munir saat penerbangan menuju Singapura.

Lihat video:

 


(RRN)