Nur Mahmudi tak akan Diperlakukan Spesial

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 04 Sep 2018 20:34 WIB
kasus korupsi
Nur Mahmudi tak akan Diperlakukan Spesial
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (tengah) menghindari pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan oleh Tim Tindak Pidana Korupsi Unit Kriminal Khusus Reskrim Polresta Depok di Depok, Jawa Barat, Kamis (19/4). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

Depok: Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi tak akan diperlakukan spesial bila kelak ditahan. Tak akan ada tempat khusus buat dia di Rumah Tahanan (Rutan) Cilodong, Depok, Jawa Barat. 

Kepala Rutan Kelas II B Cilodong Bawono Ika Sutomo mengatakan, Nur Mahmudi akan diperlakukan sama seperti penghuni lainnya. "Semua (napi diperlakukan) sama," kata Bawono di Rutan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa, 4 September 2018.

Baca: Eks Wali Kota Depok Dicegah Keluar Negeri

Bawono menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi maupun surat tertulis mengenai penitipan tersangka dari polisi. Toh, tambah dia, Rutan Cilodong siap jika menerima titipan tersangka dari kepolisian.

Kapolresta Depok Kombes Didik Sughiarto mengatakan, agenda pemeriksaan Nur Mahmudi sudah diagendakan. Nur Mahmudi dijadwalkan diperiksa Rabu, 5 September 2018.

"Kalau tidak datang, sesuai SOP, kita panggil lagi," ungkap Didik.

Nur Mahmudi Ismail ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Tipikor Polres Kota Depok. Nur Mahmudi diduga terlibat korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Negara merugi Rp10 miliar.

Nur Mahmudi tak sendiri. Ikut pula ditetapkan sebagai tersangka mantan Sekretaris daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto.


(DEN)