Beechcratf King Air B350- i Pesawat Pertama yang Mendarat di Bandara Kertajati

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 29 Mar 2018 16:45 WIB
jokowibandara
Beechcratf King Air B350- i Pesawat Pertama yang Mendarat di Bandara Kertajati
Pesawat jenis Beechcratf King Air B350- i saat mendarat di Bandara Kertajati Majalengka. (Medcom.id/Ahmad Rofahan)

Majalengka: Pesawat jenis Beechcratf King Air B350- i, menjadi pesawat pertama yang mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Pendaratan pertama tersebut merupakan serangkaian pengujian kalibrasi terhadap instrumen alat navigasi. Pengujian dilakukan untuk mencari formulasi panduan pesawat, untuk penerbangan selanjutnya di Bandara Kertajati. 

Pesawat milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang berkapasitas enam penumpang tersebut, lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 08.55 WIB dan mendarat dengan mulus pukul 09.15 WIB. Penerbangan Bandung-Majalengka ditempuh 20 menit.‎ ‎

Selama 12 menit di ketinggian Tanah Parahyangan, pesawat perlahan merendah untuk kemudian menyejajarkan dengan landasan pacu Bandara Kertajati. Airfield lighting system menyala, menyambut untuk pertama kalinya pesawat mendarat. 

Pesawat dipegang komando Pilot Kapten Sri Mulyanto. Di dalamnya membawa First officer Khairuna Fauzi, Flight Inspector I (PO) Dian Yusuf Aminudin, Fligt Officer II (TO) Wahyu Wicaksono, Flight Mechanic Dennis Sagia, Ass Fit Mechanic Ary Firmansyah dan Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra. 
‎ 
"‎Alhamdulilah penerbangan lancar dari Bandara Husein Sastranegara sampai Bandara Kertajati ini berjalan lancar," kata Sri Mulyanto usai pendaratan saat ditemui di landasan pacu Bandara Kertajati, Kamis 29 Maret 2018.‎ 

Baca: Presiden Pastikan Bandara Kertajati Beroperasi Pertengahan 2018

Pendaratan tersebut tidak dilakukan hanya sekali. Usai menurunkan separuh penumpangnya, penerbangan kembali dilakukan untuk mengkalibrasi di dua titik temu runway berkode 14 dan 32 tersebut. Pesawat secara berulang melakukan lepas landas dan pendaratan untuk benar-benar memverifikasi alat bantu pendaratan pesawat. 


Ketua Persiapan Pengoperasian Bandarudara PT Angkasa Pura II Ibut Astono mengatakan, secara kesiapan sisi udara Bandara Kertajati ini sudah cukup baik. Dengan panjang runway 2.500 dan lebar 60 meter, instrumen perlengkapan standar pendaratan pesawat yakni Precision Approach Path Indicator (PAPI) sudah layak. 

"Instrumen sisi udara ini sudah 100 persen. Kesiapan lampu di runway juga sudah siap karena memang lampu dibutuhkan sebagai alat bantu pendaratan pada malam hari atau cuaca gelap, mendung dan hujan," jelasnya. 

Virda Dimas Ekaputra merasa sangat bersyukur karena uji navigasi melalui penerbangan berjalan lancar. Dengan adanya pendaratan tersebut, artinya Bandara Kertajati semakin menunjukkan kesiapannya beroperasi pada pertengahan 2018 nanti. 

"Alhamdulilah, saya bahagia banget. Happy. Akhirnya pesawat bisa melakukan pendaratan dengan lancar tanpa hambatan," imbuh Virda. 

Setelah adanya pendaratan perdana tersebut, Virda mengungkap, pendaratan selanjutnya akan dilakukan pada 2 April 2018 bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dia berharap setelah pendaratan dan dilakukan inspeksi oleh Menhub, bandara bisa benar-benar di-publish sebagai bandara yang layak beroperasi. 


(LDS)