Ikon Kota Bandung Masih Dicari

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 19 May 2018 17:02 WIB
kota bandung
Ikon Kota Bandung Masih Dicari
Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa barat. (MI/Agung Wibowo)

Bandung: Bandung menjadi salah satu kota tujuan wisata baik domestik maupun asing yang mencapai 6,9 juta wisatawan pada 2017 silam. Namun hingga kini Kota Bandung belum memiliki ikon sebagai ciri khas Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari, mengakui hal tersebut. Dewi menuturkan, Disbudpar Kota Bandung mengajak sejumlah pakar untuk mengkaji objek yang dapat menjadi ikon Kota Bandung.

"Kota lain punya ikon khas sehingga menjadi daya tarik. Paris punya menara Eiffel, Sydney punya Opera House, nah Bandung perlu hal itu untuk menjadi daya tarik utama. Dampaknya bisa untuk para pengrajin souvenir," ujar Dewi di Bandung, Sabtu 19 Mei 2018. 

Dewi mengatakan, pengkajian dimulai Desember 2017 untuk memilah ikon, melalui focus group discussion (FGD) yang melibatkan para pakar budaya, desain, linguistik, dan lain-lain.

"Sudah sejak akhir tahun kemarin kita berkumpul untuk mencari ikon yang pas untuk Kota Bandung. Dan sampai sekarang masih dikaji," ungkapnya.

Terdapat lima kandidat ikon Kota Bandung yang masuk ke dalam tahap finalisasi. Kelima objek tersebut adalah Gedung Sate, Gedung Merdeka, Jembatan Pasopati, Monumen Bandung Lautan Api, dan Bandung Creative Hub.

Secara linguistik, kelima objek tersebut juga dikaji oleh perguruan tinggi negeri Universitas Padjadjaran dengan menggunakan metode korpus.

"Di Leipzig, kata ‘Gedung Merdeka’ ada 66.000 kali kemunculan. Sedangkan ‘Gedung Sate’ hanya 2.500 kali kemunculan," sambung Dewi.

Gedung Merdeka yang berada di Jalan Asia Afrika tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi ikon Kota Bandung. Terlebih gedung tersebut merupakan tempat bersejarah yakni pertemuan antar negara-negara Asia dan Afrika yang terbentuk dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 silam.


(LDS)