Korban First Travel Tuntut Hukuman Maksimal

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 07 May 2018 15:23 WIB
kemelut first travel
Korban First Travel Tuntut Hukuman Maksimal
Tiga terdakwa kasus First Travel di PN Depok, Senin 7 Mei 2018, Medcom.id - Octa

Depok: Korban penipuan agen travel umrah First Travel menginginkan hukuman setinggi-tingginya bagi tiga bos usaha tersebut yang kini menjadi terdakwa. Sebab, ketiga orang itu menggunakan dana umrah untuk kepentingan pribadi sehingga calon jemaah tak bisa berangkat ke Tanah Suci.

Kuasa hukum korban, TM Luthfi Yazid, menyampaikan hal tersebut dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Senin, 7 Mei 2018. Dugaan penipuan, lanjut Luthfi, sudah terbukti di persidangan. 

"Dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum, pada awal persidangan itu berlapis ada (unsur) tindakan penipuan dan penggelapan. Kami melihat bahwa mereka membeli resto di London, mereka jalan-jalan mengadakan acara fashion week di New York ini sudah terpenuhi unsur pidana pencucian uang," ungkap Luthfi di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin 7 Mei 2018.

Luthfi menuturkan, kejahatan yang  dilakukan oleh para pelaku tergolong extraordinary crime Penipuan yang termasuk hal luar biasa.

"Kenapa seperti itu, karena sifatnya masif bagi mereka yang dirugikan. Bahkan, dari mereka ada yang menunggu proses pemberangkatan hingga akhirnya meninggal karena ingin umrah," ucapnya.

Luthfi menegaskan, diharapkan pula dalam memberikan hukuman akhir (vonis) juga maksimal. Untuk hukuman maksimal, menurutnya kurang lebih 20 tahun penjara.

"Ini yang kita harapkan, bahwasanya nanti JPU menuntut secara maksimal dan juga Hakim kita harapkan, agar jangan berpikir legalistik dan psotivistik tapi harus out of the box jadi itu yg kami harapkan. Disini, Majelis Hakim harus bisa nangkap aspirasi keadilan dan perasaan jamaah," bebernya.

Selanjutnya, harapan korban yang kedua para pelaku bisa mengembalikan uang yang telah diambil oleh pihak First Travel.

"Terserah gimana caranya, mereka (jamaah) ingin agar uang mereka yang sudah dibayar itu harus kembali," paparnya.

Menurut informasi yang dihimpun, jumlah total jamaah korban First Travel ada kurang lebih 63.310 orang. 

Lihat video:
 


(RRN)