Kendaraan Amfibi Dikerahkan Cari Korban Banjir Garut

Kristiadi    •    Selasa, 27 Sep 2016 12:00 WIB
banjir bandang garut
Kendaraan Amfibi Dikerahkan Cari Korban Banjir Garut
Tim pencari terus mencari korban banjir bandang di Garut. Foto: Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Garut: Pencarian di hari ketujuh usai banjir bandang di Garut dilakukan dengan mengerahkan kendaraan amfibi berupa backhoe apung. Tim pencari yang terdiri dari anggota TNI, polisi, PMI, Basarnas, SAR, BNPB, dan relawan, juga menyewa empat perahu nelayan.

"Pencarian tetap terus dilakukan agar tidak menumbulkan penyakit, terutama penyakit kulit," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, (BNPB) Willem Rampangilei, Selasa, (27/9/2016).

Pencarian kali ini akan dilakukan menyisir Waduk Copong, Kabupaten Garut, menuju Waduk Jati Gede Sumedang, Jawa Barat.

Willem mengatakan awalnya tim akan menggunakan perahu karet untuk memudahkan mencari 19 orang yang masih hilang. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tak merekomendasikan karena hujan intensitas tinggi diprediksi terjadi hingga Januari 2017.


Salah satu contoh bachoe apung. Foto: MI/Galih Pradipta

Kepala Kantor SAR Bandung, Slamet Riyadi, mengatakan akan tetap memprioritaskan kesehatan anggota tim pencari, terutama memberi mereka vaksin tetanus. "Karena kondisi korban telah mengeluarkan bau serta kondisinya sangat memprihatinkan," katanya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mendukung usulan BNPB untuk memperpanjang 14 hari tanggap darurat. Alasannya, masih banyak yang harus diselesaikan terutama sekolah, infrastruktur, dan RSU. 

"Yang harus diperhatikan adalah kondisi korban. Mereka harus dipindahkan ke tempat lain agar tak jenuh," kata dia.

Sebelumnya, tim pencari telah menemukan 34 jenazah yang menjadi korban banjir bandang Garut yang terjadi pada Selasa malam 20 September 2016.

 


(UWA)