Usai Ricuh di Lahan Bandara Kertajati, Ratusan Warga Mengungsi

Timi Trieska Dara    •    Sabtu, 19 Nov 2016 18:07 WIB
bandara
Usai Ricuh di Lahan Bandara Kertajati, Ratusan Warga Mengungsi
Ribuan personel berjaga saat pengukuran tanah terdampak Bandara Kertajati, di Desa Sukamulya, Majalengka, Kamis 17 November 2016. Foto: Polda Jabar

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembubaran paksa terhadap warga Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, saat petugas mengukur tanah bakal bandara, mengakibatkan 11 orang terluka dan 8 tertangkap.

"Sekitar 200 kepala keluarga mengungsi. Sebanyak 60 KK di antaranya mengungsi di kantor Desa Sukamulya," kata Mohamad Ali dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/11/2016).

Dari data AGRA, ratusan warga yang mengungsi berasal dari Desa Sukamulya Blok Jumat RT 10 dan 11 RW 04 dan Blok Sabtu RT 12 dan 13 RW 04.

"Mereka merasa tidak aman dan ketakutan karena polisi berada rumah warga. Dua Blok tersebut adalah tempat di mana polisi mengukur tanah," katanya.

Ali mengatakan keberadaan ratusan polisi di Desa Sukamulya membuat warga ketakutan dan tidak bebas beraktivitas ekonomi. Mereka juga tidak berani pulang ke rumah. 

"Proses belajar mengajar di tiga sekolah dasar tidak berjalan sejak Selasa 15 November 2016," katanya. Ketiga sekolah itu antara lain SDN Sukamulya I, SDN Sukamulya II, dan SDN Sukamulya III. Total ada 358 siswa di tiga sekolah itu.

AGRA memantau ada penambahan aparat keamanan di Desa Sukamulya, yakni dari satuan Brimob dan anggota TNI. 

"Pemerintah harus segera menarik pasukan dari sana. Pemerintah harus menghentikan pendekatan kekerasan ini. Presiden Jokowi juga harus bertanggung jawab," kata Ali.

Sejak Rabu 16 November, Pemerintah Jawa Barat mengukur tanah yang akan dijadikan lahan Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati. Pengukuran ini ditentang warga yang menolak tanahnya digusur. Penolakan mengakibatkan bentrokan dan polisi yang berjaga sempat menembakkan gas air mata, sehingga suasana menjadi ricuh.

Lahan warga di Desa Sukamulya yang terdampak pembangunan Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat seluas 740 hektare. 

Bandara Kertajati akan dibangun di atas lahan 1.800 hektare. Di sekitar bandara akan dibangun kawasan perdagangan, jasa, dan bisnis atau aerocity dengan total luas lahan 3.400 hektare.


(UWA)