Menteri PUPR: Longsor di Bogor Akibat Perubahan Tata Ruang

Rizky Dewantara    •    Selasa, 06 Feb 2018 13:04 WIB
longsorbencana longsor
Menteri PUPR: Longsor di Bogor Akibat Perubahan Tata Ruang
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di lokasi longsor Riung Gunung, Cisarua, Bogor, Selasa, 6 Februari 2018. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogoro: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau beberapa lokasi longsor di Jalan Raya Puncak Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Februari 2018. Basuki menilai longsor disebabkan perubahan tata ruang di kawasan Puncak.

Ia menyebut penataan tata ruang Puncak menjadi prioritas pemerintah pusat dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu. "Tata ruang (wilayah) Puncak sudah berubah, sedangkan topografi masih seperti ini. Jalan (Puncak) kan tidak berubah dari dulu,” terang Basuki, di lokasi longsor Riung Gunung, Cisarua, Bogor, Selasa, 6 Februari 2018.

Penataan ruang akan dilakukan berbarengan dengan pelebaran jalan di Cisarua. Penataan ruang Puncak akan diawali dengan memindahkan warung dan PKL karena dianggap paling berpotensi terdampak longsor.

"Bidang gelincir (jalur longsor) sudah terlihat sekali. Jadi, warung-warung di sini harus segera dipindah. Selanjutnya, penataan akan berlanjut ke area bawah (Cisarua),” kata dia.

Pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran untuk bencana longsor kali ini. Tim penanganan khusus telah dibentuk bersama Pemda Kabupaten Bogor.
 


(SUR)