Dana BOS tak Cukup, Sekolah Dianggap Boleh Tarik Sumbangan

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 11 Aug 2017 13:51 WIB
pendidikan
Dana BOS tak Cukup, Sekolah Dianggap Boleh Tarik Sumbangan
Ilustrasi dana, Ant

Metrotvnews.com, Cirebon: Beberapa SMA di wilayah V Jawa Barat menarik pungutan. Wilayah tersebut terdiri dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Majalengka.

Kepala Balai Pelayanan dan Pengawas Pendidikan (BPPP) Wilayah V Jabar, Dewi Nurhulaela, mengatakan sekolah memungut SPP setelah pemerintah provinsi mengambil alih pengelolaan SMA. Menurut Dewi, penarikan SPP tak melanggar aturan.

"Tapi harus ada kesepakatan antara sekolah dengan orang tua siswa," kata Dewi di Cirebon, Jumat 11 Agustus 2017.

Dewi menegaskan, sumbangan tak ditarik dari masyarakat tak mampu. Namun, tegasnya, keputusan sumbangan harus melibatkan orangtua.

Sumbangan itu digunakan untuk membiayai kegiatan sekolah. Setiap tahun, setiap siswa mendapatkan bantuan dana dari pusat sebesar Rp1,4 juta. Sedangkan dari provinsi sebesar Rp500 ribu per tahun. Sedangkan idealnya, setiap siswa SMA membutuhkan biaya sebesar Rp3,5 juta hingga Rp4,2juta per tahun.

"Sehingga anggaran tersebut masih jauh dari ideal. Apalagi untuk kebutuhan SMK, jauh lebih tinggi" kata Dewi

Kekurangan dana tersebut, nantinya bisa melibatkan partisipasi masyarakat untuk memenuhinya. Namun, sebelumnya, setiap sekolah harus membuat rancangan anggaran selama setahun. Sehingga gambaran mengenai pembiayaan dapat ditangani.

Untuk saat ini, ada 481 sekolah SMA/SMK swasta dan  103 SMA/SMK Negeri yang berada dalam naungan Balai Pelayanan dan Pengawas Pendidikan (BPPP) Wilayah V Jabar. Dewi mengatakan, sumbangan sekolah tersebut saat ini belum dilakukan. Masih dalam tahap perencanaan dan dialog dengan wali murid.

"Belum ada proses penarikan sumbangan. Baru tahap proses perencanaan dan pertemuan dengan orang tua murid," kata Dewi


(RRN)