Perajin Desa Cikeruh Turun-temurun Rakit Senapan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 17 Jun 2017 15:49 WIB
senjata rakitan
Perajin Desa Cikeruh Turun-temurun Rakit Senapan
Perajin menyelesaikan tahapan pembuatan senjata angin di salah satu sentra industri di kawasan Cikeruh, Jatinangor, Sumedang, Jabar. (Ant/Fahrul Jayadiputra)

Metrotvnews.com, Bandung: Insiden perampokan senjata api membuat orang mengarahkan pandang ke Desa Cikeruh. Maklum, salah satu kampung di desa ini merupakan penghasil senapan angin.

Desa Cikeruh berada di Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat atau 22 kilometer dari Kota Bandung. Lokasinya, tidak terlalu jauh dari kompleks kampus kenamaan di kecamatan itu.

Tepatnya di Dusun III Cikeruh, banyak dijumpai perajin senapan angin. Bukan saja satu dua rumah, ada puluhan perajin di desa itu. Tak heran bila orang berprasangka kalau-kalau salah satu perajin juga memproduksi senjata api.

Ade supriatna, 63, salah satu pemilik bengkel dan penjual senapan angin, mengatakan, keahlian merakit senjata angin diwarisi para pendahulu. Ketarmpilan ini menjadi semacam warisan turun temurun di kampungnya.

Baca: Produksi Senapan Angin di Cipancing Diawasi Intelijen

"Usaha saya ini turun temurun dari kakek, orang tua dan sekarang saya yang menjalankan," kata Ade saat ditemui Metrotvnews.com, di kediamannya, Cikeruh RT 05 RW 08, Sabtu, 17 Juni 2017.

Dia telah membuka usahanya sejak 1980-an. Ade benar-benar belajar dari nol soal merakit senapan angin. Keahlian diajarkan oleh ayah dan kakeknya. Demikian halnya dengan perajin lainnya.

Meski punya keterampilan merakit senjata, Ade memastikan, para perajin taat peraturan. Tak sembarang orang boleh menjual senapan angin. "Harus ada izin Mabes Polri," katanya.

Izin tersebut tidak diberikan perorangan, melainkan ke badan usaha. Karenanya, para perajin membentuk koperasi. Saat ini ada 72 perajin yang bernaung di koperasi.

Izin tersebut hanya salah satu syarat saja. Sebelum mengirim, perajin wajib izin pada kepolisian setempat. Utamanya, untuk mengirim senapan angin ke luar daerah.

"Kita mendapatkan pengawasan untuk pengiriman barang, kita tentu harus meminta izin ke Polsek," tegasnya.

Ade mengakui maraknya insiden penembakan oleh penjahat turut berpengaruh pada usaha para perajin. Sebab, tiap ada kasus senjata api rakitan, para perajin di Cikeruh selalu dikumpulkan untuk penyuluhan. "Jadi agak repot kalau ada kejadian (senpi rakitan)," katanya.

Namun, sejak dulu Ade mengaku tidak pernah ada masalah. Para perajin selalu mentaati peraturan. Dia justru berharap polisi segera mengungkap kasus perampokan dengan senjata api tersebut.

"Saya berharap pelakunya dihukum seberat-beratnya," ujar dia.


(SAN)