Pemilihan Wali Kota Bandung 2018

Nurul Arifin Siap Lanjutkan Program Kerja Ridwan Kamil

Antara    •    Minggu, 25 Jun 2017 12:50 WIB
pilkada 2018
Nurul Arifin Siap Lanjutkan Program Kerja Ridwan Kamil
Politikus Partai Golkar Nurul Arifin, MI - Susanto

Metrotvnews.com, Bandung: Politikus Partai Golkar Nurul Arifin siap bertarung dalam Pemilihan Wali Kota Bandung, Jawa Barat, periode 2018-2023. Nurul bertekad, bila menjadi wali kota, ia akan melanjutkan pekerjaan Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menjabat sebagai Wali Kota Bandung sejak September 2013. Artinya, masa jabatan pria yang akrab disapa Emil itu berakhir pada 2018.

Beberapa program kerja Emil terbilang sukses. Satu diantaranya membangun infrastruktur dan menghadirkan taman tematik di Kota Kembang.

Menurut Nurul, beberapa program sudah bagus. Lantaran itu, ia bermaksud meneruskan program-program tersebut.

"Kalau ada juga yang harus dilengkapi, akan melengkapi itu semua," kata Nurul saat menghadiri open house Idulfitri di Kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu 25 Juni 2017.

Nurul mengaku sudah diutus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto untuk menempati posisi Wali Kota Bandung. Ia dan Partai Golkar pun bersosialisasi ke tokoh dan masyarakat setempat.

"Saya dapat tugas dari ketua umum, dan Pak Sekjen untuk sosialisasi di Kota Bandung," kata dia.

Perempuan asli warga Cicadas Kota Bandung itu mengaku melihat peluang untuk menang. Lantaran itu Nurul optimistis menang.

"Insyaallah akan menggunakan segala networking (jaringan). Saya sekolah sampai SMA di Bandung. Saya akan memaksimalkan seperti temen gaul (untuk sosialisasi pencalonan Pilwalkot)," katanya.

Menurutnya, jika nantinya terpilih sebagai kandidat calon wali kota, ia akan meneruskan program-program yang telah dikerjakan di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil.

Karena kata dia, apa yang telah dilakukan oleh Emil hanya tinggal melanjutkan dan melengkapi apa yang menjadi kekurangan pembangunan Kota Bandung.

"Kalau Bandung udah bagus. Di bawah Ridwan Kamil berkembang pesat, kesenian berkembang. Kalau saya maju, saya akan melanjutkan apa yang telah dikerjakan. Bandung jadi kebanggaan warganya, itu yang sekarang kita rasakan," kata dia.

Saat disinggung mengenai isu perempuan tidak boleh memimpin, ia menanggapinya dengan santai.

Menurutnya Kota Bandung merupakan kota tujuan wisata baik domestik maupun luar negeri, sehingga membuat warga menjadi lebih terbuka dan multikultural.

"Mudah-mudahan dengan pemahaman seperti itu bisa menerima perempuan secara lebih terbuka dan moderat itu saja harapan saya," kata dia.


(RRN)