Ahli ITB: Jangan Buru-buru Gulirkan Tol Air

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 16 Nov 2016 12:41 WIB
banjir pasteur bandung
Ahli ITB: Jangan Buru-buru Gulirkan Tol Air
Petugas berusaha menyedot air yang menggenangi Jalan Pasteur akibat tergenang banjir pada Senin 24 Oktober 2016. Foto: MI/Depi Gunawan

Metrotvnews.com, Bandung: Tol air menjadi salah satu solusi yang ditawarkan Pemerintah Kota Bandung untuk mengatasi banjir. Namun, pengamat tata ruang dari Institut Tekhnologi Bandung (ITB) Denny Zulkaidi meminta kebijakan itu tak buru-buru digulirkan.

"Apakah resapan airnya sudah siap? Karena kalau hanya dari satu lokasi, tentunya dari hilir belum siap menampung air. Jadi, harus ada perubahan lagi seperti penambahan ukuran di hilir agar siap menampung air. Kapasitas hulu juga harus ditinjau," kata dia, saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (16/11/2016).

Denny meminta Pemkot Bandung meninjau kembali penerapan tol air, terutama melihat kondisi resapan dan kondisi pembuangan di hulu sungai.

Untuk jangka panjang, Denny meminta Pemkot berkomitmen memenuhi aturan 20 persen luas kota untuk ruang terbuka hijau. "Terutama ruang publik di perkantoran atau pusat layanan bisnis. Bahkan, ruang terbuka hijau harus lebih besar," ujar Denny.

Mengingat jumlah penduduknya padat, Denny mengusulkan ruang terbuka hijau lebih dari 20 persen.

Baca: Kata Ridwan Kamil Soal Penyebab Banjir Bandung

Setelah ruang terbuka hijau terpenuhi, Denny meminta Pemkot memperbaiki persoalan drainase atau saluran air. "Masterplane drainase harus dilihat lagi, apakah ukuran untuk di hulu perlu diperbesar atau bagian hilirnya yang harus ditambah lagi," ujar dia.

Sebulan terakhir, Bandung terus dirundung banjir. Banjir parah terjadi di Pasteur dan Pagarsih. Banjir menghanyutkan beberapa mobil dan menimbulkan korban jiwa.

 


(UWA)