Hanya Bus Tujuan Jakarta yang Boleh Angkut Pengunjuk Rasa

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 29 Nov 2016 17:15 WIB
unjuk rasa
Hanya Bus Tujuan Jakarta yang Boleh Angkut Pengunjuk Rasa
Kapolri dan sejumlah tokoh agama berjabat tangan dalam pertemuan jelang aksi 2 Desember di Jakarta, Ant - Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Bandung: Pemerintah Provinsi Jabar hanya mengizinkan bus tujuan Jakarta yang mengangkut massa. Penegasan itu disampaikan menjelang aksi bela Islam Jilid III yang bakal berlangsung di Jakarta pada Jumat 2 Desember.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik meminta perusahaan otobus (PO) selektif mengangkut penumpang. Ia juga meminta PO tetap mematuhi aturan.

"Pengunjuk rasa hanya boleh menggunakan bus pariwisata khusus tujuan Jakarta. Misal Bandung-Jakarta. Bukan Bandung-Ciwideuy," kata Dedi di Bandung, Selasa (29/11/2016).

Alasannya, ungkap Dedi, untuk mengantisipasi gangguan keselamatan selama perjalanan. Bus tujuan Jakarta sudah memahami medan dan rute. Kondisi bus pun sudah sesuai.

Selain itu, Dishub tidak bisa mengeluarkan izin secara insidental. Penertiban izin tidak bisa terburu-buru dan harus melalui beragam proses.

"Kalau tidak dipatuhi, khawatir malah terjadi bahaya dalam perjalanan," lanjut Dedi.

Dedi juga mengingatkan PO dan sopir menaati administrasi kendaraan. Ia pun meminta pengunjuk rasa tidak bersikap anarkistis dan menjaga ketertiban di jalan raya.

Jakarta menjadi pusat aksi 2 Desember yang merupakan agenda lanjutan 4 November. Ribuan warga diprediksi berdatangan dari sejumlah daerah, termasuk Jabar, menuju Ibu Kota.

Agenda aksi yaitu menuntut tersangka kasus dugaan penistaan agama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan. Kasus tersebut kini bergulir di Bareskrim Mabes Polri. Ahok menjadi tersangka dalam kasus tersebut pada 16 November lalu.

Baca: GNPF MUI Sepakati Aksi 2 Desember Hanya Gelar Sajadah
 


(RRN)