Sukabumi Siaga Darurat Kekeringan

Benny Bastiandi    •    Senin, 13 Aug 2018 11:58 WIB
kekeringan
Sukabumi Siaga Darurat Kekeringan
ilustrasi

Sukabumi: Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapannya diberlakukan selama tiga bulan. 

"Sudah, kami sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Penetapannya diberlakukan mulai 6 Agustus hingga 31 Oktober," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman.

Di Kabupaten Sukabumi, kata Maman, hingga saat ini wilayah yang terdampak musim kemarau dilaporkan sebanyak 16 kecamatan. Di wilayah tersebut terjadi krisis air bersih bagi masyarakat serta minimnya pasokan air untuk kebutuhan lahan persawahan.

"Wilayah yang terdampak musim kemarau tersebar di sejumlah titik," imbuhnya.

Keenam belas wilayah terdampak kemarau itu yakni Kecamatan Gunungguruh, Cikakak, Cibadak, Palabuhanratu, Warungkiara, Bantargadung, Cikembar, Gegerbitung, Simpenan, Kabandungan, Waluran, Lengkong, Parungkuda, Ciambar, Jampangtengah, Jampangkulon, dan Caringin. Di beberapa titik kecamatan itu BPBD sudah menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan.

"Sesuai tupoksi, wilayah kerja kami menangani krisis air bersih. Kami koordinasi dengan PDAM. Kalau untuk lahan pertanian, kami koordinasi dengan Dinas Pertanian," jelasnya.

Distribusi air bersih menggunakan armada pengangkut air. Satu tangki berkapasitas 5 ribu liter air bersih.

"Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat," tandas Maman.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, menambahkan dari 16 kecamatan yang dilanda kekeringan, sebanyak 10 kecamatan membutuhkan pasokan air bersih. BPBD sudah menyalurkan bantuan tersebut dengan harapan bisa mengurangi kerawanan kebutuhan air bersih.

"Sebanyak 10 dari 16 kecamatan yang membutuhkan pasokan air bersih sudah kami bantu," kata Eka.

Eka mengaku sudah menyalurkan bantuan air bersih terhadap warga yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah. Pendistribusian masih terus berjalan seiring permintaan dari aparatur pemerintahan setempat.

Mayoritas wilayah tersebut merupakan langganan kekeringan setiap kali memasuki musim kemarau.

"Bantuan air bersih masih terus berjalan sesuai dengan permintaan. Kami memiliki lima armada yang siap menyalurkan air bersih," terangnya.

Berdasarkan data tahun lalu, jumlah wilayah yang terdampak musim kemarau sebanyak 27 kecamatan. Rapat koordinasi membahas antisipasi dan penanggulangan kekeringan terus dilakukan BPBD setempat berkoordinasi secara lintas sektoral.


(ALB)