Bangunan Cagar Budaya yang Disegel Rancangan Presiden Soekarno

Roni Kurniawan    •    Senin, 23 Jul 2018 18:50 WIB
cagar budaya
Bangunan Cagar Budaya yang Disegel Rancangan Presiden Soekarno
Bangunan cagar budaya yang disegel Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Roni K)

Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) sangat geram terhadap pemilik rumah di Jalan Gatot Subroto No. 54, Kota Bandung, Jawa Barat, yang membongkar rumahnya tanpa izin dari Pemkot Bandung. Pasalnya bangunan tersebut merupakan cagar budaya, yang dirancang oleh Presiden RI pertama, Soekarno.

"Bangunan ini sangat bersejarah karena didesain langsung oleh Presiden Pertama RI Bapak Insinyur Soekarno sebagai bangunan kembar," ujar Emil usai menyegel cagar budaya tersebut, Senin 23 Juli 2018.

Emil menilai, meski bangunan dimiliki oleh masyarakat. Namun secara aturan tidak boleh diubah tanpa izin atau konsultasi dengan tim cagar budaya di Bandung. Lantaran bangunan ala kolonial tersebut, telah ditetapkan sebagai cagar budaya Bandung dan masuk dalam peraturan daerah (Perda).

"Kemudian pemiliknya hancurkan dengan cara-cara yang melanggar aturan. Harus konsultasi dulu dengan tim cagar budaya, tapi ini renovasinya dengan cara merusak," tuturnya.

Emil makin geram, setelah melihat bagunan cagar budaya yang telah dihancurkan sebagian itu. Terutama di bagian atap dan lantai dasar. Padahal  bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, terutama di dunia arsitektur.

"Oleh karena itu kami melakukan penyegelan lalu akan melakukan pemanggilan di mana nanti ada pasal pasal sesuai peraturan daerah sesuai yang melanggar," ungkapnya.

Emil meminta Dinas Tata Ruang (Distaru) dan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Bandung untuk segera memanggil pemilik bangunan tersebut. Untuk bisa membeirkan efek jera bagi pemilik bangunan cagar budaya, agar tak membongkar sembarangan. 

"Kemudian kami akan memberikan hukuman sesuai dengan peraturan. Dan diharapkan ini menjadi pelajaran. Kepada yang mau membangun di Kota Bandung, silahkan hidupnya maju modern tapi harus menghargai sejarah," pungkasnya.

Baca: Ridwan Kamil Segel Bangunan Cagar Budaya


(LDS)