Korban Gempa di Bogor Trauma

Rizky Dewantara    •    Rabu, 24 Jan 2018 16:56 WIB
gempagempa bumi
Korban Gempa di Bogor Trauma
Tim dari Polres Bogor membawa bantuan ke warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang sulit diakses. Dok: Polres Bogor

Bogor: Warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, trauma tinggal di dalam rumah usai gempa berkekuatan 6,1 skala Richter (SR) di Lebak, Banten, kemarin. Mereka pun lebih memilih tinggal sementara di tenda-tenda pengungsian.

Desa Malasari merupakan desa tertinggi di Kecamatan Nanggung dan berposisi dekat Gunung Halimun Salak. Desa ini berbatasan dengan Kabupaten Lebak.

"Kebanyakan warga sementara berada di luar dan tinggal di tenda-tenda pengungsian yang telah disiapkan BPBD Kabupaten Bogor, polisi, dan TNI," ujar Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Jawa Barat, Rabu, 24 Januari 2018.

(Baca: Mensos akan Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Lebak)

Jajaran Polres Bogor langsung bergerak ke lokasi pada Rabu, 24 Januari 2018, dini hari untuk meninjau kondisi warga. Setidaknya ada 24 kepala keluarga yang memilih tetap mengungsi.

Sebanyak 80 personel gabungan membawa bantuan makanan dan obat-obatan. Apalagi desa ini terisolasi karena sulitnya akses.

Perjalanan tim Polres Bogor memakan waktu empat jam dari pusat kota. Akses jalan di beberapa titik juga tertutup batu besar hingga sepertiga jalan akibat longsor.

(Baca: Ada 11 Gempa Susulan)

"Hanya mobil kecil yang bisa melintasi jalur ini untuk menuju desa tersebut. Kami upayakan hari ini menyingkirkan batu besar agar akses menuju Desa Malasari mudah dilalui," ujar dia.

Di Desa Malasari terdapat beberapa kampung yang terkena dampak gempa, seperti Kampung Cilagar, Citalahab, Burut, dan Bantarkaret. "Saat ini tim kesehatan telah memeriksa kondisi para pengungsi. Kami juga sudah memberikan kebutuhan bahan makan untuk beberapa hari ke depan" pungkasnya.

 


(SUR)