Polisi Sita Aset Bernilai Rp1,5 Miliar dari Arisan Online

Antonio    •    Rabu, 21 Feb 2018 09:05 WIB
penipuan
Polisi Sita Aset Bernilai Rp1,5 Miliar dari Arisan Online
Polisi menata sejumlah barang bukti saat ungkap kasus penipuan online di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

Bekasi: Polisi menyitas aset dari dugaan penipuan arisan online "Mama Yona" bernilai sekitar Rp1,5 miliar. Aset diduga berasal dari duit peserta arisan tersebut. Polisi pun menangkap satu pelaku yakni Desi Sitanggang, 25. 

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara, membeberkan aset yang kini disita yakni 10 tas bermerk, 5 bidang tanah, 2 rumah berisi mebel berbahan asli kayu jati, 1 mobil Honda Jazz bernomor polisi B1685FZY, 1 telepon genggam merk iPhone 7 senilai Rp17 juta. 

Baca: Pelaku Penipuan Arisan Online Ditangkap

Selain menyita sejumlah aset, polisi juga menyita beberapa dokumen yakni 1 slip pembayaran rumah senilai Rp450 juta, 1 bukti transfer bank senilai Rp250 juta, 7 buku tabungan dan 5 kartu ATM.

"Barang bukti tersebut menjadi aset tersangka yang kami sita. Nilainya belum kami taksir keseluruhan namun kami estimasi nilainya mencapai Rp1,5 miliar. Dugaannya ini uang arisan dari para anggota," kata Candra di Kepolisian Resor Bekasi, Bekasi, Selasa 20 Februari 2018. 

Candra menduga, 7 buku tabungan yang disita itu digunakan tersangka Desi Sitanggang, 25, untuk menampung duit peserta arisan. Dia menuturkan, dalam menjalankan aksinya Desi dibantu enam orang pekerja sebagai admin

"Admin-nya ini turut kami periksa, satu orang dari Yogyakarta. Dan ternyata admin-admin ini berasal dari jauh, namun mereka sifatnya pegawai dan hanya menerima gaji," ujarnya.

Baca: Arisan Online Menguntungkan, Waspada Penipuan

Candra membeberkan, anggota arisan yang berjumlah 3.000 orang tergoda keuntungan 50 persen yang dijanjikan Desi. Namun, polisi baru memeriksa 26 saksi. Menurutnya, jumlah kerugian bisa bertambah lantaran belum ada lagi saksi yang melapor. 

"Uang yang ditransfer ini bermacam-macam, ada yang Rp20 juta, sampai ada juga yang Rp500 juta. Pesertanya ini juga bukan cuma dari Bekasi tapi orang-orang jauh, ada dari Bengkulu, Makasar, Batam, Wonogiri sampai Lampung," beber Candra.

Kini, polisi membuka posko crisis center untuk anggota arisan "Mama Yona" yang merasa dirugikan untuk melapor dengan menunjukan bukti transfer yang dikirim ke tersangka. 

Sementara itu, tersangka menyangkal pernah menjanjikan keuntungan hingga 50 persen kepada peserta arisan di dalam grup Facebook tersebut.

"Awalnya lancar, cuma pas tanggal 7 Februari enggak bisa dikembalikan. Cuma saya tidak menjanjikan keuntungan 50 persen. Saya cuma ikut-ikutan orang-orang bikin arisan," kata Desi.

Akibat perbuatannya, Desi dijerat pasal berlapi yaitu Undang-undang 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi elektronik, Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan UU 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.


(LDS)