Pengasuh 'Culik' Salma dan Salwa karena Kasihan

Mulvi Muhammad Noor    •    Kamis, 15 Sep 2016 14:30 WIB
penculikan
Pengasuh 'Culik' Salma dan Salwa karena Kasihan
Reni, tersangka penculik Salwa dan Salma, ditangkap Polres Bogor Kota, MI - Dede Susianti

Metrotvnews.com, Bogor: Polres Bogor, Jawa Barat, menangkap Reni Novitri, 44, yang membawa kabur Salma Miratul Khoriyah (11) dan Salwa Raihatul Jannah (8). Polisi membekuk Reni di tempat persembunyiannya di Perumahan Citra Indah Cluster Rivena AQ 08 No 09, Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Rabu 14 September.

Kepala Kepolisian Resor Bogor Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhamad Darwis mengatakan, tersangka ditangkap tanpa perlawanan. Saat ini Reni masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Bogor Kota.

"Sampai saat ini baru dia yang kami amankan, sambil kita dalami kira-kira ada (tersangka) yang lain atau tidak," kata Darwis di Mapolres Bogor Kota, Kamis (15/9/2016). 

Hasil pemeriksaan sementara, polisi belum dapat menyimpulkan adanya tersangka lain. Reni membawa kabur anak majikannya sendirian, menggunakan jasa transportasi taksi daring.

"Kalaupun ada yang membantu, hanya seketika saja. Seperti sopir grab misalnya," kata dia. 

Akibat perbuatannya Reni diancam dengan pasal 328 dan 330 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. 


Merasa Kasihan
Reni mengaku sudah lima bulan bekerja di rumah orang tua Salma dan Salwa di Jalan Guru Mucktar, Nomor 18, RT 02 RW16, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Pada Kamis 8 September lalu, Reni membawa dua bocah itu keluar dari rumah tersebut.

Reni mengaku ia memiliki alasan membawa Salma dan Salwa. Yaitu kedua bocah kurang mendapat perhatian dari orang tua.

"Itu berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, kalau perlu nanti kita konfrontir dengan saksi lain," kata Darwis. 

Polisi menyebutkan, dua kakak beradik ini dibawa ke kampung halaman Reni di Garut. Reni mengembalikan Salma dan Salwa dengan cara menurunkannya di pinggir jalan, sekitar 400 meter dari rumah orang tua pada Selasa 13 September 2016. 

Masih berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua anak tidak mengalami kekerasan fisik maupun psikologi. Keduanya dalam kondisi sehat dan tidak mengalami trauma. 

"Sudah diperiksa oleh tim medis dan psikolog, kondisi anak masih stabil," pungkas Darwis. 


(RRN)