Longsor, Jalur Jateng-Jabar di Banjar Terputus

   •    Senin, 10 Oct 2016 09:54 WIB
longsor
Longsor, Jalur Jateng-Jabar di Banjar Terputus
Ilustrasi longsor. (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah/ip)

Metrotvnews.com, Bandung: Tanah longsor terjadi di ruas jalan penghubung Jawa Barat (Jabar)- Jawa Tengah (Jateng) di Kota Banjar. Akibatnya, lalu lintas di kedua jalur tersebut terputus.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, bahu jalan di jalur provinsi Jateng-Jabar itu tertimbun longsoran tanah kurang lebih setinggi 7 meter.

"Material tanah menimbun bahu jalan selebar kurang lebih 3 meter dan untuk kendaraan yang melintas sebagian dialihkan ke jalur Langensari," kata Yusri, Senin (10/10/2016).

Ia mengatakan jajaran kepolisian telah melakukan tindakan untuk mengatur arus lalu lintas di jalur provinsi wilayah Kota Banjar. Pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan melewati jalur alternatif Kecamatan Langensari dari arah Jabar dan Jateng.

"Walau tidak terjadi kemacetan total tetap dilakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik longsor dan banjir," katanya.

Ia menambahkan Kota Banjar dilanda banjir dan longsor yang menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di kota itu. Daerah yang terkena dampak banjir dan longsor yakni di Desa Neglasari, longsor menutup jalan sepanjang 15 meter.

Selanjutnya di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, dilanda banjir akibat luapan saluran air pembuangan setelah hujan deras mengguyur wilayah itu. Bencana longsor terjadi di Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, menutuo jalan sepanjang sekitar 70 meter.

Selanjutnya banjir merendam Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, kemudian melanda Dusun Sukahurip, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman akibat luapan Sungai Cicaluang.

Selain itu longsoran di Girimukti telah menumbangkan satu pohon dan menimpa tujuh rumah warga, kemudian longsor di Dusun Sukamaju menimbun bagian dapur rumah warga.

Bencana banjir juga merendam pemukiman penduduk di Dusun Rancakole, Desa Mulyasari, Kecamatan Patarumah akibat drainase yang tidak mampu menampung aliran air dari Gunung Sangkur.

"Dalam kejadian itu tidak menyebabkan korban jiwa," katanya.

Yusri mengatakan bencana banjir dan longsor melanda wilayah Kota Banjar itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dari Sabtu tgl (8/10) sampai Minggu (9/10) sehingga debit air sungai meluap.

"Tindakan yang dilakukan polisi melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Banjar dan terkait penanggulangan bencana banjir dan longsor," katanya. (ANTARA)


(MEL)