Guru Dikeroyok hingga Tewas, Emil Minta Polisi Tingkatkan Pengamanan

Roni Kurniawan    •    Selasa, 23 Aug 2016 10:57 WIB
penyerangan
Guru Dikeroyok hingga Tewas, Emil Minta Polisi Tingkatkan Pengamanan
Emil, istri, dan rombongan usai melayat ke rumah duka guru yang dikeroyok di Bandung, MTVN - Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Polisi diminta mengusut tuntas pengeroyokan yang menewaskan guru olahraga, Tatang Wiganda, di Bandung, Jawa Barat. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Emil pun meminta polisi melakukan penjagaan ketat utamanya di tempat ramai.

"Sehingga kejadian serupa tak terulang lagi," kata Emil saat melayat ke rumah duka di Jalan Babakan H Tamim, Kota Bandung, Selasa (23/8/2016).

Emil berduka atas kematian guru Yayasan Atikan Sunda (YAS) itu. Tatang meninggal setelah dikeroyok sekelompok orang di tempat yang ramai. Bahkan beberapa warga menyaksikan dan berusaha melerai namun gagal.

Lokasi kejadian tak jauh dari terminal, di Jalan Antapani Dalam. Notabene, ujar Emil, terminal berdekatan dengan pos polisi dan Dinas Perhubungan.

"Lantaran itu, saya titip polisi meningkatkan pengamanan. Walaupun secara statistik polisi melaporkan kejahatan jalanan di Bandung relatif berkurang," lanjut Emil.

Emil juga meminta masyarakat kembali menggiatkan petugas Pertahanan Sipil (Hansip) atau Perlindungan Masyarakat (Linmas). Tujuannya meningkatkan lingkungan lebih aman dan nyaman.

Pengeroyokan terjadi kemarin sore. Beberapa orang tak dikenal mengeroyok Tatang saat melintasi Jalan Antapani Dalam. 

Tindakan itu disaksikan beberapa warga. Seorang warga berusaha melerai namun gagal karena pelaku beringas.

Pelaku tetap mengejar dan memukuli korban. Korban lantas tergeletak di sebelah gerobak. Warga melarikan korban ke rumah sakit. Namun, korban meninggal.

Baca: Guru Olahraga Tewas Dikeroyok Orang tak Dikenal

"Pelaku semuanya lari," kata Yoga, saksi mata.

Tatang meregang nyawa dalam perjalanan pulang usai mendampingi anak-anak didiknya berenang di Kawasan Cikadut. Setibanya di dekat Terminal Cicaheum, sekelompok orang mengejarnya. Orang-orang itu menghabisi nyawa Tatang.

"Korban mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh," kata Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus.



(RRN)