Bupati Purwakarta Ditunjuk Jadi Kuasa dalam Kasus Ibu yang Digugat Rp1,8 Miliar oleh Anaknya

Reza Sunarya    •    Minggu, 26 Mar 2017 09:40 WIB
berita purwakarta
Bupati Purwakarta Ditunjuk Jadi Kuasa dalam Kasus Ibu yang Digugat Rp1,8 Miliar oleh Anaknya
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menemui Siti Rokayah (Foto:Reza Sunarya)

Metrotvnews.com, Purwakarta: Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ditunjuk oleh Siti Rokayah sebagai kuasa atas kasus yang membelitnya di pengadilan. Siti Rokayah, nenek berusia 83 tahun, digugat di Pengadilan Negeri Garut oleh anak kandungnya sebesar Rp1,8 miliar karena utang piutang.

Keluarga Siti Rokayah atau akrab disapa Mak Amih mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi. Mereka berharap pria yang juga budayawan Sunda tersebut dapat mengupayakan jalan ishlah (perdamaian) agar silaturahmi internal keluarga tetap terjalin.

"Setelah saudara kami yang menuntut ibu itu mendengar bahwa Kang Dedi akan menjadi kuasa, sepertinya dia ketakutan. Sudah ramai juga di media, kan. kami berharap, Kang Dedi bisa mengupayakan ishlah," kata Asep Yana (53), menantu Mak Amih dari anak bungsunya, Leni Nuraeni (43), saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Muara Sanding, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu, 25 Maret 2017 malam.

Asep menceritakan tentang kasus yang diperkarakan oleh Yani beserta suami Yani, Haryanto. Keluarga besar Mak Amih sepakat akan membayarkan uang Rp120 juta, meski sebelumnya nilai utang yang diatasnamakan ibunya itu hanya Rp20 juta.

"Kami sudah sepakat, mau dibayar Rp120 juta. Tapi saudara saya itu tetap keukeuh, sempat tuntutannya turun menjadi setengah dari Rp1,8 miliar, tapi kan kami tidak mampu membayar," kata Asep.

Wajah Mak Amih terlihat lega setelah mengetahui persoalan hukumnya dikuasakan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Mak Amih berharap, masalahnya di pengadilan cepat selesai.

"Alhamdulillah, Kang Dedi mau bantu. Emak mah mau cepat selesai," kata Mak Amih.

Ditemui di tempat yang sama, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan di balik niatnya membantu Siti Rokayah. Pria yang selalu mengenakan ikat kepala khas Sunda ini mengaku, teringat perjuangan ibunya sendiri saat mendengar kasus yang menimpa Mak Amih melalu media massa.

Terlebih, di Purwakarta terdapat Program Ibu Asuh yang diberlakukan sejak 2015. Meski berupa imbauan, program ini mengharuskan para pegawai baik ASN maupun swasta agar memiliki Ibu Asuh yang diberikan insentif setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Perjuangan seorang ibu tidak akan pernah tergantikan. Siapa pun yang berani melawan ibu, akan saya bela ibu itu," ujar Dedi tegas.


(ROS)