Warga Bandung Diharap tak Panik karena Angkot Mogok Massal

Roni Kurniawan    •    Jumat, 06 Oct 2017 15:17 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Warga Bandung Diharap tak Panik karena Angkot Mogok Massal
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sebuah kesempatan wawancara. Foto: MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Angkutan kota (angkot) bakal menggelar aksi mogok massal pada 10-13 Oktober 2017. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta warga tidak panik.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, sejumlah alternatif telah disiapkan Pemkot Bandung. TNI-Polri, satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dikoordinasikan untuk menyediakan angkutan bagi masyarakat yang hendak beraktivitas.

"Pada warta, tong hariwang (jangan khawatir). Karena termasuk mobil plat merah itu ratusan saya kerahkan supaya selama kejadian kita harus empati. Camat jadi supir, lurah jadi supir juga nanti," kata Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat 6 Oktober 2017.

Emil pun mengajak warga tetap beraktivitas seperti biasa. Para sopir yang menggelar aksi pun dipersilakan untuk menyampaikan aspirasinya.

Unjuk rasa sopir dan penyedia angkutan konvensional bukan pertama kali. Pada Februari 2017, aksi penolakan transportasi berbasis aplikasi online juga penah terjadi.

Namun, Emil menganggap bisnis konvensional dan bisnis digital harus berdamai. Pemerintah pastinya akan mencari kebijakan yang beri keuntungan bagi kedua pihak.

"Selalu ya dalam peradaban ekonomi ini harus mencari keseimbangan baru. Ini kita bisnis konvensional sedang mencoba berdinamika dengan bisnis teknologi," urai Emil.

Pemkot Bandung mengajak warga untuk turut membantu warga lagin selama aksi mogok massal angkot berlangsung. Salah satunya dengan memberikan tumpangan ke pelajar dan pekerja.


(SUR)